Entri Populer

Powered By Blogger

Total Tayangan Halaman

ULET DALAM PERJUANGAN
SOPAN DALAM KEMENANGAN
SYUKUR DALAM PENGISIAN

LAMBANG

LAMBANG

Senin, 23 April 2012

MAKLUMAT MURSYID THORIQOH SHIDDIQIYYAH SYEIKH MUKHTARULLOH AL MUJTABA , TENTANG PEMBELAAN TERHADAP NKRI

MAKLUMAT MURSYID THORIQOH SHIDDIQIYYAH SYEIKH MUKHTARULLOH AL MUJTABA , TENTANG PEMBELAAN TERHADAP NKRI
BISMILLAAHIR ROCHMAANIR ROCHIIM
1. Sejak zaman Rosululloh SAW sampai sekarang tidak ada negara Islam. Pada zaman Rosululloh yang ada negara madinah, bukan negara Islam. Didalam Al Qur-an sendiri tidak ada yang menerangkan tentang negara islam, yang ada negara Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur (QS. Saba' : 15)
2. Didunia ini tidak ada negara yang disandarkan kepada Tauhid, kecuali negara kesatuan republik Indonesia (NKRI)
1. Batang tubuh UUD 1945 bab 11 judul agama, pasal 29 ayat 1 : "Negara berdasar ketuhanan yang maha esa".
2. Dalam pancasila sila pertama: "Ketuhanan yang maha esa".
Dan hanya NKRI-lah satu satunya negara didunia yang sudah sesuai dengan Al Qur-an.
3. Sumpah jabatan mulai dari atas sampai bawah juga disandarkan kepada Alloh : "Demi Alloh" (UUD 1945 bab 3 judul kekuasaan pemerintahan negara, pasal 9 ayat 1)
4. Kemerdekaan bangsa indonesia juga disandarkan kepada "Atas berkat Rohmat Alloh yang maha kuasa".(pembukaan UUD 1945 alinea 3)
Maha kuasa itu sifatnya dinamis, maha esa itu sifatnya statis.
Atas berkat Rohmat Alloh yang maha kuasa inilah mahkotanya bangsa indonesia, dan berkat Rohmat itu asalnya dari kalimat Bismillaahirrochmaanirrochiim.
5. Dalam lambang burung garuda, sila pertama dalam pancasila "Ketuhanan yang maha esa" dilambangkan bintang, warnanya kuning keemasan yang kilau kemilau, ini mengandung makna Nur Cahyo atau istilah Al Qur-an "Nuurun 'ala nuurin", dan bintangnya itu sudutnya ada lima, maksudnya untuk menerangi :
1. Dasar negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 4)
2. Sifat negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 2)
3. Tujuan negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 4).
Terhadap kelompok kelompok yang mengancam pancasila dan ketuhan NKRI, termasuk NII (negara islam indonesia), OPSHID (organisasi pemuda shiddiqiyyah) dan seluruh warga thoriqoh shiddiqiyyah harus menonjolkan pembelaan terhadap pancasila dan NKRI.
Sebab bagi Shiddiqiyyah, membela tanah air itu hukumnya wajib 'ain.

AL HAMDULILLAAHI ROBBIL 'ALAMIIN



Maklumat ini disampaikan mursyid thoriqoh shiddiqiyyah secara langsung kepada DPP OPSHID di pusat : Losari Ploso Jombang, pada hari sabtu pon tanggal 26 Jumadil awal 1432 H. /30 April 2011 M. Disalin dan disebarluaskan kepada warga Shiddiqiyyah oleh DPP OPSID.

MAKLUMAT MURSYID THORIQOH SHIDDIQIYYAH SYEIKH MUKHTARULLOH AL MUJTABA , TENTANG PEMBELAAN TERHADAP NKRI

MAKLUMAT MURSYID THORIQOH SHIDDIQIYYAH SYEIKH MUKHTARULLOH AL MUJTABA , TENTANG PEMBELAAN TERHADAP NKRI
BISMILLAAHIR ROCHMAANIR ROCHIIM
1. Sejak zaman Rosululloh SAW sampai sekarang tidak ada negara Islam. Pada zaman Rosululloh yang ada negara madinah, bukan negara Islam. Didalam Al Qur-an sendiri tidak ada yang menerangkan tentang negara islam, yang ada negara Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur (QS. Saba' : 15)
2. Didunia ini tidak ada negara yang disandarkan kepada Tauhid, kecuali negara kesatuan republik Indonesia (NKRI)
1. Batang tubuh UUD 1945 bab 11 judul agama, pasal 29 ayat 1 : "Negara berdasar ketuhanan yang maha esa".
2. Dalam pancasila sila pertama: "Ketuhanan yang maha esa".
Dan hanya NKRI-lah satu satunya negara didunia yang sudah sesuai dengan Al Qur-an.
3. Sumpah jabatan mulai dari atas sampai bawah juga disandarkan kepada Alloh : "Demi Alloh" (UUD 1945 bab 3 judul kekuasaan pemerintahan negara, pasal 9 ayat 1)
4. Kemerdekaan bangsa indonesia juga disandarkan kepada "Atas berkat Rohmat Alloh yang maha kuasa".(pembukaan UUD 1945 alinea 3)
Maha kuasa itu sifatnya dinamis, maha esa itu sifatnya statis.
Atas berkat Rohmat Alloh yang maha kuasa inilah mahkotanya bangsa indonesia, dan berkat Rohmat itu asalnya dari kalimat Bismillaahirrochmaanirrochiim.
5. Dalam lambang burung garuda, sila pertama dalam pancasila "Ketuhanan yang maha esa" dilambangkan bintang, warnanya kuning keemasan yang kilau kemilau, ini mengandung makna Nur Cahyo atau istilah Al Qur-an "Nuurun 'ala nuurin", dan bintangnya itu sudutnya ada lima, maksudnya untuk menerangi :
1. Dasar negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 4)
2. Sifat negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 2)
3. Tujuan negara yang lima. (pembukaan UUD 1945, alinea ke 4).
Terhadap kelompok kelompok yang mengancam pancasila dan ketuhan NKRI, termasuk NII (negara islam indonesia), OPSHID (organisasi pemuda shiddiqiyyah) dan seluruh warga thoriqoh shiddiqiyyah harus menonjolkan pembelaan terhadap pancasila dan NKRI.
Sebab bagi Shiddiqiyyah, membela tanah air itu hukumnya wajib 'ain.

AL HAMDULILLAAHI ROBBIL 'ALAMIIN



Maklumat ini disampaikan mursyid thoriqoh shiddiqiyyah secara langsung kepada DPP OPSHID di pusat : Losari Ploso Jombang, pada hari sabtu pon tanggal 26 Jumadil awal 1432 H. /30 April 2011 M. Disalin dan disebarluaskan kepada warga Shiddiqiyyah oleh DPP OPSID.
SHEIKH SITI JENAR

Sheikh Siti Jenar
adalah tokoh kontroversial sekaligus legendaris dalam sejarah Islam di Jawa karena "pembangkangan tasawufnya" dan mitos kesaktian yang dimilikinya.

Saat pemerintahan kerajaan Islam Sultan Bintoro Demak I (1409 M). Kehadiran Syeikh Siti Jenar ternyata menimbulkan kontraversi. Pandangan Syeikh Siti Jenar yang mengganggap alam kehidupan manusia di dunia sebagai kematian, sedangkan setelah menemui ajal disebut sebagai kehidupan sejauh, yang mana dia adalah manusia dan sekaligus Tuhan, sangat menyimpang pendapat walisongo, dalil dan Hadits, Siti Jenar dianggap telah merusak ketentraman dan melanggar peraturan kerajaan, yang menuntun dan membimbing orang secara salah. Oleh karena itu legitimasi dari Sultan Demak, diutuslah beberapa wali ke tempat Siti Jenar di suatu daerah desa Krendhasawa. Untuk membawa Siti Jenar ke Demak atau memenggal kepalanya. Akhirnya Syeikh Siti Jenar wafat (ada yang mengatakan dibunuh, ada yang mengatakan bunuh diri).
Nama lain Siti Jenar antara lain seh lemah abang atau lemah abang,seh sitibang,seh sitibrit atau situ abri, Hasan Ali dan Sidi Jenar. Keberadaan Siti Jenar diantara wali wali berbeda beda. Syeikh Siti Jenar yang mengaku mempunyai sifat sifat dan sebagai dzat Tuhan, dimana sebagai manusia mempunyai 20 sifat dikumpulkan didalam budi lestari yang menjadi wujud mutlak dan disebut dzat, tidak ada asal usul serta tujuannya.
Syeikh Siti Jenar menganggap dirinya inkranasi dari dzat yang luhur, bersemangat sakti dan kebal dari kematian, manunggal denganNya. Segala sesuatu yang terjadi adalah ungkapan dari kehendak Dzat Alloh, maha suci, sholat 5 waktu dengan memuji dan dzikir adalah kehendak pribadi manusia dengan dorongan dari badan halusnya. Wujud lahiriya h Siti Jenar adalah Muhammad, mewakili kerosulan, Muhammad bersifat suci, sama sama merasakan kehidupan, merasakan manfaat pancaindera.
Syeikh Siti Jenar mengetahui segala galanya sebelum terucapkan melebihi makhluk lain (kaweruh sakdurunge minarah) karena itu ia juga mengakui sebagai Tuhan. Siti Jenar yang berpegang pada konsep bahwa manusia adalah jelmaan Dzat Tuhan. Maka ia memandang alam semesta sebagai makrokosmos sama dengan mikrokosmos. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang mana jiwa sebagai penjelmaan dzat Tuhan dan raga adalah bentuk luar dari jiwa dengan dilengkapi pancaindera maupun organ tubuh.
Syeikh Siti Jenar memandang bahwa pengetahuan tentang kebenaran ketuhanan diperoleh manusia bersamaan dengan penyadaran diri manusia itu sendiri. Dalam pandangan Siti Jenar Tuhan adalah dzat yang mendasari dan sebagai sebab adanya manusia, flora, fauna dan segala yang ada, sekaligus menjiwai sebagai sesuatu yang berwujud, yang keberadaan yang tergantung pada adanya dzat itu. Ini dibuktikan dari ucapan Syeikh Siti Jenar bahwa dirinya memiliki sifat sifat Tuhan.
Kaitan ajaran Syeikh Siti Jenar dengan manunggaling kawulo Gusti tidak ada secara eplisit yang menyimpulkan bahwa ajarannya itu adalah Manunggaling kawulo Gusti, yang merupakan asli bagian dari budaya Jawa. Sebab manunggaling kawulo Gusti khususnya dalam konteks religio spiritual. Manunggaling kawulo Gusti adalah tataran yang dapat dicapai tertinggi manusia dalam meningkatkan kualitas dirinya. Tataran ini adalah Insan kamilnya kaum muslimin. Kalau misalnya dengan kekhusu'an manusia semedi malam ini, ia memperoleh pengalaman mistik atau pengalam religius yang disebut manunggaling kawulo Gusti, sama sekali tidak ada dan manfaatnya kalau besok atau lusa lantas menipu atau mencuri atau tindakan tindakan tercela. Kisah Dewa Ruci adalah yang menceritakan kejujuran dan keberanian membela kebenaran yang tanpa kesucian tak mungkin Bima berjumpa Dewa Ruci.
Manunggaling kawulo Gusti bukan ilmu melainkan hanya suatu pengalaman yang sendirinya tidak ada masalah boleh atau tidak boleh, tidak ada ketentuan. Menurut Sunan Giri faham Syeikh Siti Jenar belum boleh diajarkan kepada masyarakat luas, sebab mereka bisa bingung apalagi saat itu masih banyak orang yang masuk Islam. Sebagaimana seperti percakapan Siti Jenar dengan Sunan Giri:
Pedah punapa mbibingung, ngangelaken ulah ngelmi, njeng Sunan ngandiko, Bener kang koyo sireki, nanging luwih kalupatan, wong wadheh ambuka wadi. Telenge bae pinulung, pulunge tampa aling aling, kurang waskitha ing cipta, lunturing ngelmu sejati, sayekti kanthi nugraha, tan saben wong anampani.
Artinya:
Syeikh Siti Jenar berkata: untuk apa kita membuat bingung, untuk apa kita mempersulit ilmu? sunan Giri berkata: bener yang anda ucapkan, tetapi anda bersalah besar, karena berani membuka ilmu rahasia secara tidak semestinya. Hakekat Tuhan langsung di ajarkan tanpa ditutupi, itu tidaklah bijaksana. Semestinya ilmu itu hanya di anugerahkan kepada mereka yang benar benar telah matang. Tak boleh diberikan begitu saja kepada setiap orang.
IMAM AL GHOZALI
(450-505 H)
Nama lengkap al Ghozali adalah Zainudin Hujatul Islam Abu Hamid Muhammad Ibnu Muhammad al Ghozali. Beliau dilahirkan dikota Thos, di khurasan 10 mil dari Nisabur, Persia, pada tahun 450 H. Beliau belajar fiqih pada ulama fiqih Syafi'i yang besar, Immamul Haraini Abul 'Ali al Juwaini (wafat 478 H) di Neseri Nisabur, Persia.
Imam Ghozali juga ikut mengajar pada sekolah tinggi Syafi'iyah an Mizhmiyah di Baghdad tahun 484 H. Imam Ghozali seorang 'alim besar. Majelis pengajiannya diberi nama oleh orang dengan julukan "Majelis 300 sorban besar". Beliau selain ahli fiqih juga ahli tasawuf yang tak ada tandingannya ketika itu. Kitabnya dalam tasawuf ialah kitab: Ihya Ulumuddin yang terkenal dan sekarang dipakai ulama dalam dunia Islam.
Dalam fiqih Syafi'i beliau mengarang kitab kitab al-Wasith, al-Basith dam al-Wajiz yang sampai sekarang terpakai pada sekolah sekolah Syafi'iyyah. Imam Ghozali mengarang kurang lebih 47 buah kitab, dari berbagai ilmu pengetahuan, bukan saja Ilmu Fiqih tetapi juga Ilmu usul fiqih, ilmu tasawuf, ilmu filsafat, Ilmu al-Qur an dan lain lain. Imam kelaspGhozali begitu luas dan dalam Ilmunya, tetapi dalam ilmuny fiqih masih mengikuti Imam Syafi'i. Karangan karangan kitab Imam Ghozali diantaranya:
1. Ihya Ulumuddin
2. Tahafutul Falasifah
3. Al Iqtisad Fil I'tiqad
4. Al Munqidz Minad Dalal
5. Jawahiril Quriin
6. Mizanul 'Amal
7. Al Maqshodul Asna Fi Ma'an Asamil Husnah
8. Faisahlut Thoriqoh Bainal Islam waz Zindiqoh
9. Al Qisthosul Mustaqim
10. Al Mustazhari
11. Hujatul Haq
12. Mufshilul Khilaf
13. Kimiayaus Sa'adah
14. Kitabul Basith
15. Al Wasith
16. Al Wajiz
17. Khulasatul Mukhtasar
18. Yaqutut Ta'wil Fi Tafsir Tanzil (40 jilid)
19. Al Mushtashfa
20. Al Mankhul
21. Al Muntaha Fi Ilmi Jidat
22. Mi'yarul Ulum
23. Al Maqoshid
24. Al Madanun
25. Misykatul Anwar
26. Mahkun Nadhar
27. Tilbisu Iblis
28. Nashihatul Muluk
29. Ad Durarul Fakhiroh
30. Anisul Wahdah
31. Al Qurba Ilalloh
32. Akhlaqul Abroor
33. Bidayatul Hidayah
34. Al Arba'in Fi Usuluddin
35. Az Zari'yah
36. Al Mabaadi Rual Khayaat
37. Talbisu iblis
38. Nashihatul Muluk
39. Syifa'ul 'Alim
40. Iljamut 'Awam
41. Al Intishar
42. Al 'Ulumuddiniyah
43. Ar Risatul Qudsiyah
44. Itsbatun Nadhar
45. Al Ma'khodl
46. Al Qoulul Jamil
47. Al Maali
Imam Ghozali telah meninggalkan nama dan jasa yang sangat berharga bagi umat Islam seluruhnya.
IMAM BUKHORI
Sumber dari segala sumber hukum yang utama atau yang pokok di dalam agama Islam adalah Al Quran dan Hadits. Selain sebagai sumber hukum, Al Quran dan Hadits juga merupakan sumber ilmu pengetahuan yang universal. Isyarat sampai kepada ilmu yang mutakhir telah tercantum didalamnya. Oleh karenanya siapa yang ingin mendalaminya maka tidak akan ada habis habisnya keajaibannya.
Untuk mengetahui Hadits Hadits Nabi maka salah satu dari beberapa penting yang tidak kalah menariknya untuk diketahui profil atau sejarah orang orang yang mengumpulkan Hadits, yang dengan jasa jasa mereka kita yang hidup pada zaman sekarang ini dapat dengan mudah memperoleh sumber hukum secara lengkap dan sistematis serta dapat melaksanakan atau meneladani kehidupan Rosululloh untuk beribadah seperti yang di contohkannya.
Abad ketiga Hijriyah merupakan kurun waktu terbaik untuk menyusun atau menghimpun Hadits Nabi di dunia Islam. Waktu itulah hidup enam penghimpun ternama Hadits Shohihnya yaitu:
Imam Bukhori, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Turmudzi, Imam Nasa'i, Imam Ibnu Majah.
Adapun urutan pertama yang paling terkenal diantara 6 tokoh tersebut diatas adalah Amirul Mu'minin Fil Hadits ( pemimpin orang mukmin dalam Hadits ) suatu gelar ahli Hadits tertinggi. Nama lengkapnya adalah Abu Abdulloh Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al Mughirah bin Bardizbah. Abu Abdulloh Muhammad bin Ismail terkenal kemudian sebagai Imam Bukhori, lahir di Bukhara pada 13 Syawwal 194 H ( 21 Juli 810 M ) cucu seorang Persia bernama Bardizbah. Kakeknya, Bardizbah adalah pemeluk Majusi agama kaumnya. Kemudian putranya al-Maghirah memeluk Islam di bawah bimbingan al-Yaman al-Ja'fi, gubernur Bukhara. Pada masa itu wala dinisbatkan kepadanya, karena itulah ia dikatakan " al-Mughirah al-Ja'fi ".
Mengenai kakeknya, Ibrahim tidak terdapat data yang menjelaskan. Sedangkan ayahnya, Ismail, seorang ulama besar ahli Hadits. Ia belajar Hadits dari Hammad bin Zayd dan Imam Malik. Riwayat hidupnya telah dipasarkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab As-Siqat, begitu kti putranya, Imam Bukhori, membuat biografinya dalam at-Tarikh al-kabir. Ayahnya Bukhori disamping sebagai orang berilmu ia juga sangat wara' (menghindari yang subhat/meragukan dan haram) dan takwa. Di ceritakan bahwa ketika menjelang wafatnya ia berkata: " Dalam harta yang kumiliki sidak terdapat sedikitpun uang yang haram maupun yang subhat". Dengan demikianlah Bukhori hidup dan terlahir dalam lingkungan keluarga yang berilmu. Tidak heran jika ia lahir dan mewarisi sifat sifat dari ayahnya itu.
Imam Bukhori di lahirkan di Bukhara setelah sholat Jum'at. Tak lama setelah bayi yang lahir itu membuka matanya, ia pun kehilangan penglihatannya. Ayahnya sangat bersedih hati. Ibunya yang sholeha menangis dan selalu berdoa ke hadapan Tuhan, memohon agar bayinya bisa melihat. Kemudian dalam tidurnya perempuan itu bermimpi di datangi Nabi Ibrahim yang berkata: "Wahai ibu, Alloh telah menyembuhkan penyakit putramu dan kini ia sudah dapat melihat kembali, semuanya itu berkat do'amu yang tiada henti hentinya". Ayahnya meninggal di waktu Imam Bukhori masih kecil dan meninggalkan banyak harta yang memungkinkan ia hidup dalam pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Dia dirawat dan di didik oleh ibunya dengan tekun dan penuh perhatian.
Keunggulan dan kejeniusan Imam Bukhori sudah nampak semenjak masih kecil. All oh menganugerahkan kepadanya hati yang cerdas, pikiran yang tajam dan daya hafalan yang sangat kuat, teristimewah menghafal Hadits. Ketika berusia 10 tahun ia sudah banyak menghafal Hadits. Pada usia 16 tahun ia bersama ibunya dan abang sulungnya mengunjungi berbagai kota suci. Dalam usia 16 tahun ia sudah hafat kitab Sunan Ibnu Mubarok dan Waki, juga mengetahui pendapat pendapat ahli Ra'yi (penganut faham rasional) dasar dasar dan mahdzabnya.
Tahun 210 H Bukhori berangkat menuju Baitulloh untuk menunaikan ibadah gaji, di sesuai ibu dan saudaranya, Ahmad. Statearan yang lebih tua ini kemudian kembali ke Bukhoro, sedang Bukhori sendiri memilih Makkah sebagai tempat tinggalnya. Makkah merupakan salah satu tempat ilmu yang penting di Hijaz. Sewaktu Bukhori, ia pergi ke Madinah. Dikedua tanah suci itulah ia menulis sebagian karya karyanya dan menyusun dasar dasar kitab Al-Jami' as-Shohih dan pendahuluannya.
Ia menulis Tarikh Kabirnya di dekat makam Nabi Muhammad SAW dan banyak menulis diwaktu malam hari yang terang bulan. Kemudian ia pun memulai studi perjalanan dunia Islam selama 16 tahun. Dalam perjalanan ke Berbagai mengeri hampir semua negeri Islam telah ia kunjungi sampai keseluruh Asia Barat. Diberitakan bahwa ia pernah berkata: "saya telah mengunjungi Syam, Mesir, dan Jazirah masing masing dua kali, ke Basrah empat kali, menetap di Hijaz ( Makkah dan Madinah ) selama 6 tahun.
Dalam setiap perjalanannya yang melelahkan itu Imam Bukhori senantiasa menghimpun Hadit Hadits dan ilmu pengetahuan dan mencatatnya sekaligus. Ia merawi Hadits dari 80000 perawi dan berkat ingatannya yang memang super jenius, ia dapat menghafal Hadits sebanyak itu lengkap dengan sumbernya. Kemasyhuran Bukhori segera mencapai bagian dunia Islam yang jauh dan kemanapun ia pergi selalu di elu elukan. Pada tahun 250 H, Imam Bukhori mengunjungi Naisabur. Kedatangan disambut gembira oleh para penduduk juga gurunya, al-Zihli dan para ulama lainnya.
Imam Bukhori wafat pada malam Idul Fithri tahun 255 H (31 Agustus 870 M) dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Sebelum meninggal dunia, ia berpesan bahwa jika meninggal nanti jenazahnya agar di kafani 3 helai kain, tanpa baju dalam dan tak memakai sorban. Peran itu di laksanakan dengan baik oleh masyarakat setempat. Jenazahnya di kebumikan lepas Dhuhur, hari Saya Idul Fithri, sesudah melewati perjalanan hidup panjang yang penuh dengan berbagai amal yang mulia. Semoga Alloh melimpahkan Rahmad dan Ridhonya.
Pengembaraannya ke berbagai negeri telah mempertemukan dengan guru guru berbobot dan dapat dipercaya yang mencapai jumlah sangat banyak. Diantara guru guru besar itu adalah : Ali Ibnu al-Madini, Ahmad Ibnu Hanbal, Yahya Ibnu Ma'in, Muhammad Ibnu Yusuf al-Faryabi, Maki Ibnu Ibrahim al-Bakhi, Muhammad Ibnu Yusuf al-Baykandi dan Ibnu Rahawaih.
Guru guru yang Haditsnya diriwayatkan dalam kitab shohihnya sebanyak 289 orang guru.
Karena kemasyhurannya sebagai seorang alim yang jenius sangat banyak muridnya yang belajar dan mendengar langsung Haditsnya dari dia. Diantara sekian banyak muridnya yang paling menonjol adalah: Muslim bin al-Hajjaj, Turmudzi, Nasa'i, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Abu Dawud, Muhammad bin Yusuf al-Firabri, Ibrahim bin Ma'qii al-Nasafi dan Mansur bin Muhammad al-Bazdawi.
Imam Bukhori adalah seorang yang berbadan kurus, berpawakan sedang tidak terlalu tinggi juga tidak pendek, kulitnya agak kecoklatan dan sedikit sekali makan. Ia sangat pemalu namun ramah, dermawan, menjauhi kesenangan dunia dan cinta akherat. Imam Bukhori sangat hati hati dan sopan dalam berbicara dan dalam mencari kebenaran yang hakiki disaat mengkritik para parawi. Meskipun ia sangat sopan dalam mengkritik para perawi, namun ia banyak meninggalkan Hadits yang diriwayatkan seseorang hanya karena orang itu diragukan. Selain dikenal sebagai ahli Hadits Imam Bukhori juga sebenarnya adalah ahli dalam fiqih. Dia mempunyai pendapat pendapat yang digalinya sendiri. Pendapat pendapat itu terkadang sejalan dengan madzhab Abu Hanifah terkadang sesuai dengan madzhab Syafi'i dan kadang kadang berbeda dengan keduanya. Jadi kesimpulan Imam Bukhori adalah seorang ahli Hadits dan ahli fiqih yang berijtihad sendiri.
Diantara hasil karya Imam Bukhori adalah:
Al Jami' as-Shohih
Al Adab al-Mufrod
At-Tarikh as-Shoghir
At-Tarikh al-Awsat
At-Tarikh al-Kabir
Al-Musnad al-Kabir
Kitab al-'Ilal
Raf'ul Yadain Fis Salah
Birrul Walidain
Kitab al-Asyribah
Al-Qiro'ah Khalf al-Imam
Kitab ad-Du'afa
Asami as-Sahabah
Kitab al-Kuna
IMAM MUSLIM

Imam Muslim, penghimpun dan penyusun Hadits terbaik kedua setelah Imam Bukhori. Nama lengkapnya Imam Muslim adalah: Imam Abul Husain al Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi. Ia dilahirkan di Naisabur pada tahun 206 H. Ia belajar Hadits sejak masih dalam usia dini yaitu mulai tahun 218 H. Ia pergi ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir, dan negara negara lainnya. Ia berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih di kota Khurasan. Di Ray ia berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu 'Ansan. Di Irak ia berguru kepada Ahmad bin Hambal dan Abdulloh bin Muslamah, di Mesir ia berguru kepada 'Amr bin Sawad dam Harmalah bin Yahya. Muslim berkali kali mengunjungi Baghdat untuk belajar kepada ulamat ahli Hadits dan kunjungannya yang berakhir pada tahun 299 H, di waktu Imam Bukhori datang ke Naisabur, Muslim sering datang kepadanya untuk berguru.

Imam Muslim wafat pada hari Minggu sore dan dikebumikan di kampung Nasr Abad, salah satu daerah di luar Naisabur, pada hari Senin 25 Rojab 261 H dalam usia 55 tahun. Selain guru yang telah disebutkan diatas, Muslim masih mempunyai ulama yang menjadi gurunya diantaranya: Usman dan Abu Bakar keduanya putra Abu Syaibah, Syaiban bin Farwakh bin Habr, Amr an-Naqid, Muhammad bin Yassar, Harun bin Sa'id al-Ayli, Qurtaibah bin Sa'id.

Imam Muslim meninggalkan karya tulis yang tidak sedikit diantaranya:
Al Jami' ash-Shohih (shohih muslim)
Al Musnadul Kabir (kitab yang menerangkan nama nama para perawi)
Kitabul Asma' wal Kuna
Kitab Al 'Ilal
Kitabul Aqron
Kitabu Su'alatihi Ahmad bin Hambal
Kitabul Intifa' bin Uhubis Siba'
Kitabul Muhadromin
Kitabu Man larsa lahu ila Rawin Wahid
Kitab Auladis Sahabah
Kitab Awhamil Muhadditsin
Kitab Shohih Muslim

Diantara kitab kitab diatas yang paling agung dan sangat bermanfaat luas, serta masih beredar hingga kini adalah al-Jami' ash-Shohih, terkenal dengan Shohih Muslim. Imam Muslim telah menggerakkan seluruh kemampuannya untuk meneliti dan hati hati dalam menggunakan lafadz lafadz dan selalu memberikan isyarat akan adanya perbedaan antara lafadz lafadz itu. Bukti kongkrit mengenai keagungan kitab itu ialah suatu kenyataan, dimana Muslim menyaring isi kitabnya dari ribuan riwayat yang pernah di dengarnya.

Ketelitian dan kehati hatian Muslim terhadap Hadits yang di riwayatkan dalam Shohihnya dapat dilihat dari perkataannya sebagai berikut: "Tidaklah aku mencantumkan sesuatu Hadits dalam kitab aku ini melainkan dengan alasan, juga tiada aku menggugurkan sesuatu Hadits dari padanya melainkan dengan alasan pula". Imam Muslim di dalam penulisannya tidak membuat judul setiap bab secara terperinci. Adapun judul judul kitab dan bab yang kita dapati pada sebagian naskahnya Shohih Muslim yang sudah dicetak sebenarnya dibuat oleh para pengulas yang datang kemudian. Diantara pengulas yang paling baik membuat judul judul bab dan sistematika babnya adalah Imam Nawawi.
KYAI MUCHTAR MU'THI
Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah

Kyai

Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi adalah Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah beliau putra dari pasangan suami isteri H Abdul Mu'thi bin Kyai Ahmad Syuhada berasal dari Demak dan Nyai Nashihah binti Abdul Karim berasal dari Pati. Di lahirkan di desa Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur, tanggal 28 Agustus 1928. Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi adalah anak yang ke 12 dari 17 bersaudara. Dilihat dari silsilah nasab, Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi memang keturunan dari kyai, baik dari pihak ayah maupun dari pihak ibu, tak heran Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi sejak kecil telah mendapatkan bimbingan pendidikan ilmu ilmu agama dalam lingkungan keluarganya. Meskipun demikian secara formal Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi juga mengenyam pendidikan di madrasah Islamiyah, Ngeloh (sekarang Rejo Agung) kecamatan Ploso. Selanjutnya, Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi belajar di pesantren Rejoso, Peterongan, kemudian dilanjutkan di Pesantren Tambak Beras, Jombang. Sepeninggal ayahnya H Abdul Mu'thi, Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi mulai belajar ilmu Tasawuf pada Kyai Muntoha Kedung Macan, Sambong, Jombang. Kyai Muntoha tercatat sebagai guru Toriqoh Ahmadiyah.
Setelah menempuh pendidikan pesantren Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi menjadi guru madrasah di Lamongan, dan pada saat itulah bertemu dengan Syeikh Ahmad Syuaib Jamali Al Bateni yang pada akhirnya melimpahkan ilmu Thoriqoh pada Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi. Beliau mendapat pendidikan dan pengajaran Thoriqoh dari Sheikh Ahmad Syuaib Jamali Al Bateni dalam crass program atau program intensif lima tahun.
Mulai tahun 1959 M Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi mengajarkan Thoriqoh Shiddiqiyyah di desa Losari Ploso Jombang. Pada perkembangan terakhir ini, Thoriqoh Shiddiqiyyah sudah tersebar ke berbagai pelosok tanah air Indonesia bahkan ke negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Murid murid Shiddiqiyyah terus bertambah setiap hari dan diperkirakan sekarang ini lebih dari 5 juta orang. Mereka terdiri dari segala umur, berbagai tingkat sosial ekonomi dan berbagai profesi dan keahlian.
Karena pesatnya perkembangan kaum muslimin muslimat yang memerlukan bimbingan pelajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi sebagai Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah mengangkat wakil wakil yang disebut Kholifah yang bertugas mewakili Mursyid memberikan bimbingan pada murid murid Shiddiqiyyah diseluruh penjuru Nusantara. Kholifah yang pertama diangkat adalah Slamet Makmun sebagai murid pertama, kemudian di ikuti Duchan Iskandar, Sunyoto Hasan Ahmad, Ahmad Syafi'in, Syaifu Umar Ahmadi, Muhammad Munif dan lain lain hingga lebih dari 40 orang Kholifah.
Biografi singkat pimpinan atau Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah:
Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi
Lahir: Losari Ploso Jombang 28 Agustus 1928
Alamat: Desa Losari Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang Jawa Timur.
Pendidikan:
- Madrasah Islamiyah Rejo Agung Ploso Jombang.
- Pesantren Tambak Besar Jombang.
TASHOWWUF

Ilmu Tashowwuf adalah ilmu yg mempelajari tentang usaha membersihkan diri, berjuang memerangi hawa nafsu, mencari jalan kesucian dengan Ma'rifat menuju keabadian,saling mengingat kan antara manusia, serta berpegang teguh pada janji Alloh dan mengikuti syari'at Rosululloh dalam mendekatkan diri dan mencapai keridhoan Nya.
Takut kepada Alloh artinya mengerjakan semua perintah Alloh dan menjauhi segala lapangan Nya. Itulah yg menjadi pokok segala keuntungan didunia maupun di akherat kelak. Adapun mengikuti hawa nafsu adalah menjadi pokok segala kejahatan sebagai jaring yg dipasang syaithon.
Satu satunya jalan yg dapat mendekatkan diri kepada Alloh harus mengerjakan 4 perkara yaitu:
1. Melaksanakan Syari'at artinya mengerjakan perintah perintah Alloh dan menjauhi laranganNya serta mengerti melaksakan hukum hukum agama Islam.
2. Melaksanakan Thoriqoh artinya melaksanakan agama lebih berhati hati dan bersungguh sungguh melaksanakan perintah dan melatih diri (Riyadho) serta ibadah kepada Alloh SWT.
3. Haqiqoh / Hakekat yaitu sampainya maksud sehingga dapat merasakan lezatnya dan nikmatnya ibadah kepada Alloh.
4. Ma'rifah yang artinya pengetahuan atau pengalaman. Ma'rifah dapat pula berarti pengetahuan rahasia Haqiqoh agama yaitu ilmu yg lebih tinggi dari pada ilmu yg di dapat oleh orang orang pada umumya. Ma'rifah merupakan pengetahuan yg objeknya bukan hal hal yg bersifat dzahir, tetapi lebih bersifat bathin dengan memahami rahasianya. Pemahaman ini berwujud penghayatan atau pengalaman kejiwaan. Ma'rifah sering digunakan untuk menunjukkan salah satu tingkatan atau hal (kondisi psikologis) dalam tasawuf. Dalam wacana sufistik, Ma'rifah diartikan sebagai pengetahuan mengenai Tuhan melalui hati sanubari.
Orang yang ingin berjalan di satu jalan yg dapat sampai kepada Alloh adalah seperti orang yg mencari mutiara dalam lautan yg sangat dalam.
Di gambarkan Syari'at itu di ibaratkan seperti bahtera yg mejadi alat yg bisa berlayar di lautan. Thoriqoh seperti lautannya, lautan yg ada mutiaranya. Dan mutiara itu adalah Hakekat yg dicari dalam thoriqoh.
Yakni barang siapa yg mencari mutiara / hakekat didalam lautan / thoriqoh supaya lebih dahulu memperbaiki bahtera / syari'atnya karena jika bahteranya rusak tentu akan tenggelam ke dalam lautan / thoriqoh dan tak akan dapat menemukan mutiara / hakekat bahkan bisa tersesat dan menyesatkan, karena merasa bahwa dirinya sudah baik.

Minggu, 22 April 2012

Thoriqoh Shiddiqiyyah



Thoriqoh Shiddiqiyyah Oleh Kyai Muchammad Mukhtar Bin Hajji Abdul Mu’thi
Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah

Diterbitkan pertama pada Peringatan Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW
dan Hari Shiddiqiyyah-1 Tahun 1412H/1992M

I. ASAL-USUL GELAR " ASH-SHIDDIQ"(Kitab Tafsir Durul Mansur, Nurul Absor )
Qola Rosululloh SAW. :"Lamma Usriya bihi inni uridu an akhruja ilaa Quraisyin Fa akhbiruhun Fakadzdzabuhu Fashoddaqohu Abu Bakrin Rodliyallohu ‘anhu Fasummiya yaumaidzin Ash-shidqu." ( ‘An Ummi Hani-Rowahu Thobroni Tafsir Durul Mansur-VI/hal.158).
Artinya : Bersabda Rosululloh SAW, " Semasa aku di isro’kan, saya hendak keluar untuk menyampai- kan kepada kaum Quraisy, kemudian aku ceritakan kepadanya maka mereka mendustkannya. Dan yang membenarkan itu adalah Abu Bakar Rodliyallohu ‘anhu.
Maka pada hari itu ia saya beri gelar: ‘ ASH-SHIDDIQ’ ".
Keterangan :
Sahabat Abu Bakar pada zaman Jahiliyah namanya " Abdul Ka’bah".
Kemudian Rosululloh SAW.memberikan nama " Abdulloh", ayahnya bernama " Abi Qukhafah". Beliau lahir di Makkah setelah peristiwa Fiel (Gajah) berselang dua tahun 14 hari.( Dari Kitab Nurul Abshor, hal 59).
Oleh karena Beliaulah satu-satunya sahabat Nabi yang paling awal menerima
kebenaran-nya peristiwa ISRO’ wal MI’ROJ, maka Rosululloh SAW. Memberikan gelar kepadanya "Ash Shiddiq", sebagaimana tersebut dalam hadits diatas." Fasammi yaumaidzish shiddiqu".
Menurut kata Sayyidina Ali Karromallohuwajhah :
"Innalloha ta’ala anzala isma Abi Bakrin minassamaa-‘I Ash-Shiddiequ litashdiqihi khobarul isro’I"
Artinya " Sesungguhnya Alloh Ta’ala telah menurunkan nama Abu Bakar dari langit :
"Ash-Shiddiq" karena dia menerima kebenaran kabar Isro’.(Kitab Nurul Absor,hal 59
Taliiq Asy Syikho mu-min).

II. ASAL-USUL ISTILAH " SHIDDIQIYYAH"( Kitab Barjanji –Natsar) .
Kemudian dari kalimat (kata) : " ASH SHIDDIQ " itu dibentuk, diberi "YA MUNASABAH" akhirnya menjadi kata : " ASH-SHIDDIQIYYAH ". Sebagaimana tersebut dalam kitab Barjanji – Natsar " Ath-thir" yang ke 12 yang bunyinya :
" Wa awwalu man aamana bihi minar rijaali Abu Bakrin shohibul Ghori wash-shiddiqiyyah ".
Yang artinya : " Dan awalnya orang yang percaya dengan Isro’ dari orang laki-laki ialah Abu Bakar, yang diberi julukan Shihibul Ghor dan Ash Shiddiqiyyah ( artinya orang memiliki gua) , karena beliaulah satu-satunya sahabat yang menyertai Rosululloh waktu hijrah bersembunyi di dalam gua Tsur sebagaiman tersebut dalam Al-Qur’an.
" IDZ HUMAA FIL GHORI IDZ YAQULU LISHOHIBIHI LAA TAHZAN INNALLOHA MA’ANAA " ( QS.At Taubah/40).
Artinya :
Ingatlah tatkala keduanya ( Muhammad dan Abu Bakar ) di dalam Gua (Tsur) , tatkala bersabda ( MUHAMMAD) pada temannya, " Janganlah kau susah, sesungguhnya Alloh itu beserta kita ".
III. PERUBAHAN NAMA-NAMA SILSILAH THORIQOH MENURUT ASY-SYAIKH MUHAMMAD AMIN KURDI AL IRBILI (Kitab Tanwirul Qulub).
Asy Syaikh Al Imam Syihabuddien Abi Abdillah Yaquti bin Abdillah Al Hamawi Ar Rummi Al Baghdadi, wafat pada tahun 626 H = 1228 M.
Beliau menyusun kitab yang namanya " MU’JAMUL BULDAAN " artinya Kumpulan Nama-nama Negara, terdiri dari 5 jilid besar, tiap-tiap jilidnya berisi 540 halaman.
Dalam buku jilid I, halaman 138, diterangkan bahwa " Ada sebuah negeri yang namanya " IRBIL " .
Irbil itu ada dua macam :
(1). Negeri IRBIL termasuk wilayah Irak yang jaraknya dengan kota Baghdad jika ditempuh dengan jalan kaki memakan waktu 7 hari.
(2). Negeri IRBIL yang kedua terletak di pesisir termasuk wilayah Syam.
Di negeri Irbil termasuk wilayah Irak yang dekat kota Mousol, yang kota Mousol itu ada makamnya Nabiyulloh Yunus A.S. disitu lahir seorang " ULAMA TASAWWUF" yang besar namanya, " ASY SYAIKH MUHAMMAD AMIN KURDI AL IRBILI " wafat pada bulan Robi’ul Awwal, hari malam Ahad, tanggal 12 tahun 1332 H.
Beliau mengarang kitab yang namanya, "KITAB TANWIRUL QULUBI FI MU’AMALATI ‘ALLAAMIL GHUYUB " tebalnya 560 halaman.
Pada bab " FASHLUN FI ADAABIL MURID MA’A IKHWAANIHI " halaman 539 disebutkan demikian :
" I’LAM ANNA ALQOBAS SILSILATI TAKHTALIFU BIKHTILAAFIL QURUNI – FAMIN HADLROTISH SHIDDIEQI RODLIYALLOHU TA’ALA ‘ANHU ILASY SYAIKH THIFURI BIN ‘ISA ABI YAZID AL BUSTHOMI TUSAMMA ( SHIDDIQIYYAH)".
Artinya :
" Ketahuilah bahwa sesungguhnya julukannya silsilah itu berbeda-beda, di sebabkan perbedaanya kurun waktu.
Silsilah dari sahabat Abu Bakar Shiddiq R.A.sampai kepada Syaikh Thoifur bin Isa Abi Yazid Al Busthomi dinamakan SHIDDIQIYYAH ".
Jadi " SHIDDIQIYYAH " itu bukan nama ajarannya akan tetapi nama silsilahnya.
Ajaran yang silsilahnya dari Sahabat ABU BAKAR ASH SHIDDIQ R.A. sampai kepada Syaikh THOIFUR BIN ISA ABI YAZIED AL BUSTHOMI dinamakan SHIDDIQIYYAH.
Ketahuilah bahwa Ilmu Bathin dari Rosululloh yang khusus mengenai rahasianya "ISMUDZ DZAT (ALLOH )", itu dilimpahkan oleh Rosululloh SAW. Kepada ruhaniyah Abu Bakar Shiddiq R.A. dan rahasianya " LAA ILAHA ILLALLOH " dilimpahkan kepada ruhaniyah Sayyidina ALI Karromallohu wajhah.
Kemudian Sayyidina ALI Karromallohu wajhah, mengambil rahasianya "ISMUDZ DZAT ( ALLOH) " dari sahabat ABU BAKAR ASH SHIDDIQ R.A. Dan sahabat SALMAN AL FARISI mengambil rahasianya ISMUDZ DZAT (ALLOH) juga dari sahabat ABU BAKAR ASH SHIDDIQ R.A.
Adapun sahabat ABU BAKAR dan sahabat-sahabat lainnya ( rodliyallohu’anhum) mengambil rahasianya LAA ILAAHA ILLALLOH dari sahabat ALI Karromallohu wajhah.
Dengan Demikian maka SILSILAH SHIDDIQIYYAH itu ke bawah ada yang melalui sahabat ALI ( karromallohu wajhah) dan ada yang melalui sahabat SALMAN ALFARISI Rodliyallohu anhu.
Dibawah ini Kyai Muchammad Muchtar Mu’thi Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah menukilkan SILSILAH SHIDDIQIYYAH ke bawah yang melalui sahabat SALMAN ALFARISI, dinukil dari kitab TANWIRUL QULUB.
SILSILAH SHIDDIQIYYAH MELALUI SAHABAT SALMAN AL FARISI
ALLOH TA’ALA
JIBRIL Alaihis Salam.
MUHAMMAD ROSULULLOH Shollallohu alaihi wasallam.
ABU BAKAR ASH SHIDDIQI r.a.
SALMAN FARISI r.a.
QOSIM bin MUHAMMAD bin ABI BAKAR SHIDDIQ r.a.
IMAM JA’FAR SHODDIQ SIWA SAYYIDINA QOSIM bin MUHAMMAD bin ABI BAKAR SHIDDIQ r.a.
SILSILAH INI DINAMAKAN THORIQOH SHIDDIQIYYAH
SYAIKH ABI YAZID THOIFUR bin ISA bin ADAM bin SARUYAN ALBUSTOMI
Syaikh ABIL HASAN ALI bin ABI JA’FAR AL KHORQONI.
Syaikh ABI ALI ALFADLOL bin MUHAMMAD ATH THUSI ALFARMADI.
Syaikh ABI YA’QUB YUSUF ALHAMDANI.
SILSILAH INI DISEBUT ATH THORIQOH ATH-THOIFURIYYAH.
Syaikh ABDUL KHOLIQ ALGHOJDUWANI Ibnul IMAM ABDUL JALIL.
Syaikh ‘ARIF ARRIWIKARI
Syaikh MAHMUD AL ANJIRI FAGHNAWI
Syaikh ALI AR RUMAITANI AL MASYHUR BIL ‘AZIZAANI.
Syaikh MUHAMMAD BAABAS SAMAASI
Syaikh AMIR KULLAALI Ibnu Sayyid HAMZAH. SILSILAH INI DINAMAKAN ATH-THORIQOH ALKHUWAAJIKAANIYYAH.
Syaikh MUHAMMAD BAHA’UDDIN ANNAQSYABANDI bin MUHAMMAD bin MUHAMMAD SYARIF AL HUSAIN AL-AUSI AL-BUKHORI.
Syaikh MUHAMMAD bin ‘ALAAIDDUN AL-ATHORI
Syaikh YA’QUB AL-JARKHI. SILSILAH INI DINAMAKAN ATH-THORIQOH ANNAQSYABANDIYYAH
Syaikh NASHIRUDDIN UBAIDILLAH AL AHROR ASSAMARQONDI bin MAHMUD bin SYIHABUDDIN
Syaikh MUHAMMAD AZZAHID
Syaikh DARWIS MUHAMMAD ASSAMARQONDI
Syaikh MUHAMMAD ALKHOWAAJAKI AL AMKANI ASSAMARQONDI
Asy-syaikh MUHAMMAD ALBAAQI BILLAH. DINAMAKAN ATH-THORIQOHUL AHRORIYYAH
Asy-syaikh AHMAD ALFARUQI ASSIRHINDI
Asy-syaikh MUHAMMAD MA’SHUM
Asy-syaikh MUHAMMAD SAIFUDDIEN.
Asy-syaikh MUHAMMAD NURUL BADWANI
Asy-syaikh HABIBULLOH JAANIJANAANI MUNTHOHIR
Asy-syaikh ABDILLAH ADDAHLAWI. DINAMAKAN ATH-THORIQOTUL MUJADDADIYYAH
Asy-syaikh KHOLID DLIYAA’UDDIEN
Asy-syaikh UTSMAN SIROJUL MILLAH
Asy-syaikh UMAR ALQOTHBUL IRSYAD
Asy-syaikh MUHAMMAD AMIN ALKURDI AL IRBIL. DINAMAKAN ATH-THORIQOTUL KHOLIDIYYAH
( kitab TANWIRUL QULUB halaman 500-502).
IV. KETERANGAN DARI IBNU IBAD DALAM SARAH AL HIKAM AL ISKANDARIYAH TENTANG THORIQOH SHIDDIQIYYAH NYA ABUL HASAN ASY SYADZALI.
Alloh berfirman dalam Al-Qur’an:
" WAYAS-ALUUNAKA ‘AN DZIL QORNAINI QUL SA-ATLUU ‘ALAIKUM MINHU DZIKRO" (QS.Al Kahfi 83), artinya : " Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang " Dzil Qornain". Katakanlah, aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya."
Diantara ummat Islam ada yang berpendapat, bahwa yang dimaksud " Dzil Qornain " dalam surat Al Kahfi itu ailah " AL-ISKANDAR YANG AGUNG " , atau Iskandar yang dilahirkan di Fillo tahun 356 sebelum masehi, di ibukota Macidonia. Ayahnya Raja PHILIP II dari Macidonia, yang menaklukkan berpuluh-puluh negara, yang jajahannya sangat luasnya.
Iskandar ini muridnya seorang failoshof yang termasyhur yang namanya " ARISTHOTILLES" yang lahir pada tahun 384 sebelum masehi.
Akan tetap kalau kita perhatikan, dzil Qornain yang ada di dalam Qur’an jauh berbeda dengan Dzil Qornain Macidonia.
Perbedaannya sebagai berikut :
(1). Dzul Qurnain, tidak ada tambahan Iskandar, tapi Dzul Qurnain Macidonia, disebutkan Iskandar Dzul Qornain.
(2). Dzul Qornain dalam Al-Qur’an menurut kitab Tafsir yang mu’tabar, temannya Nabiyulloh HIDLIR alaihis salam. Tetapi Dzul Qornain Macidonia, temannya Aristhoteles.
(3). Dzul Qornain dalam Qur’an tidak disebutkan penjajah dan pembunuh, tetapi Dzul Qornain Macidonia adalah penjajah dan pembunuh.
Oleh sebab itu saya (Kyai Muchammad Muchtar) berpendapat bahwa Dzul Qornain dalam Al-Qur’an itu bukan Dzul Qornain Macidonia.
Iskandar Dzul Qornain Macidonia telah membangun tigabelas kota, semuanya dinamakan kota Iskandariyah. Ada yang di India, ada yang di Babil, ada yang di Balakh, ada yang di Samarqondi, dan lain-lainnya. Akan tetapi yang terbesar ialah Kota Iskandariyah di mesir bagian selatan. Semua nama Iskandariyah setelah wafatnya Dzul Qornain sudah diganti nama baru, yang tinggal tetap nama Kota Iskandariyah yang ada di Mesir saja.
( Kitab Ma’jamu Buldan jilid I hal.183).
Di kota Iskandariyah Mesir, lahirlah seorang Ulama Tashowwuf yang termashur, namanya " ASY SYAIKH TAJUDDIEN IBNUL FADLOL AHMAD BIN MUHAMMAD BIN ABDUL KARIM IBNU ATHO’ILLAH ASKANDARI".
Wafat pada tahun 707 Hijrah, makamnya di kampung " Qurofah" Mesir.
( Kitab Aththobaqotul Kubro, Juz II, hal .20 , Ta’lif Abdul Wahhab asy Sya’roni).
Ibnu A’tho’illah menyusun Kitab Tashowwuf tingkat tinggi dua juz nama nya Kitab " ALHIKAM". Kitab tersebut disyarah oleh seorang Ulama namanya " MUHAMMAD bin IBROHIM yang dikenal namanya IBNU IBAD.
Dalam Syarah Akhikam tersebut, juz II halamn 58, Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzali R.A. setelah masuk Thoriqoh Shiddiqiyyah, Beliau banyak dimusuhi orang-orang yang tidak faham dengan Thoriqoh Shiddiqiyyah.
" QOLA SAYYIDI ABU HASAN ASY-SYADZALI R.A., AADZAANI INSAANUN MARROTAN FADLOQQOTU DZIRO’AN BIDZAALIKA FANUMTU FAROAITU YUQOITU LIMIN ‘ALAMAATISH SHIDDIQIYYATI KATSROTU A’DAIHAA TSUMMA LAA YUBAALI BIHIM".
Artinya ," Bersabda tuanku Abu hasan Asy Syadzali R.A., Menyakiti kepadaku manusia satu kali, maka aku menjadi sempit sedziro’ karena itu, maka saya tidur, aku bermimpi.
Dalam mimpi itu ada sabda, ‘Sebagian alamatnya orang-orang Shiddiqiyyah itu banyak musuhnya’, kemudian ia tidak perduli kepada mereka."
Beliau lahir pada tahun 575 hijrah, wafat pada tahun 656 hijrah, bulan Dzul Qoidah di Shokhro’ Ghirob waktu akan menunaikan Ibadah Hajji. (Kitab Ath Thobaqotul kubro Juz II halaman 4 ).
Asy Syadzali, nama desa di Afrika di Negara Oman dekat Murtasiyah (Mauritania). Waktu kecilnya dia pindah ke Thosia kemudian ke Masyriq, kemudian nsik Hajji beberapa kali, kemudian masuk ke Irak, berteman di Irak dengan Abil Fatah Waasithi.
Di Baghdad beliau masuk Thoriqoh Shiddiqiyyah, gurunya bernama :
" ABI ABDILLAH MUHAMMAD BIN SYAIKH ABIL HASAN ALMA’RUF BIN IBNI HAROZIM AL MANSUBA ILASH SHIDDIQIL A’DHOM"
(Jaami’ul Ushul Fil Auliyaa’I, halaman 101).
Adapun silsilah Keturunannya Abil Hasan Asy Syadzili, sebagai berikut :
Abul Hasan Asy Syadzili
Bin Abdulloh
Bin Abdul Jabbar
Bin Tamim
Bin Harman
Bin Hatim
Bin Qushoyyi
Bin Yusuf
Bin Yusya’
Bin Warid
Bin Abi Bithol
Bin Ahmad
Bin Muhammad
Bin Isa’
Bin Idris
Bin Umar
Bin Idris
Bin Hasan Almutsanna
Bin Hasan
Bin Ali Rodiayallohu ‘anhu.
Jadi Thoriqoh Asy Syaadzaliyyah itu juga asalnya dari Thoriqoh Ash Shiddiqiyyah.
( Jaami’ul Usul halaman 101).
V.KETERANGAN TENTANG SHIDDIQIYYAH DARI ALKAILAANI /ALJAILAANI
Pada hari Isnain, tanggal 17 Romadlon tahun 560 Hijriyah ( 29 juli 1165 ) lahirlah di Marseille, suatu negeri dalam wilayah Andalusi ( Spanyol ), seorang laki-laki yang bernama " MUHYIDDIEN MUHAMMAD BIN ALI BIN MUHAMMAD BIN ABDULLOH AL HAITAMI".
Yang masyhur disebut " IBNU AROBI "
Beliaulah pengarang kitab hakekat nomor wahid di dunia, 8 jilid yang diberi nama,
"FUTUHAATIL MAKKIYYAH"
Beliau wafat di Damaskus pada malam Jum’at tanggal 28 Robi’ul Akhir tahun 638H. Dimakamkan di Damaskus, di sebuah tempat yang namanya :"SHOFA QOSYI’UN" Adapun murid Beliau yang terkenal bernama, " ASY SYAIKH ABDUL KARIM BIN IBROHIM AL JAILANI", lahir pada tahun 767 H dan Wafat pada tahun 805 H. Asy Syaikh Abdul Karim Al Jailani menyusun kitab Tasawwuf tingkat atas yang namanya kitab, " AL INSAANUL KAAMIL", dua juz. Dalam Juz yang ke dua, bab 63, halaman 131 menyebutkan demikian , " WA AMMASH SHIDDIQIYYAH FAMABNIYATUN ‘ALAA SITTATI ARKAANIN : AL ISLAM, WAL IMAAN, WASH SHILAAH, WAL IHSAAN, WASY SYAHAADAH, WAL MA’RIFAH ".
Artinya: " Adapun Shiddiqiyyah itu ialah didirikan diatas enam tiang, yaitu : (1).Al-Islam, (2).Al-Imaan, (3). Ash Shilah, (4).Al Ihsan, (5).Asy Syahadah, (6). Al Ma’rifat.
VI.KETERANGAN TENTANG SHIDDIQIYYAH DALAM KITAB KHOZINATUL ASROR.
As Sayyid Muhammad Haqqin Nazili ( Rohimahulloh) menyusun kitab yang namanya kitab, " KHOZINATUL ASROR".
Dalam kitab tersebut, bab :"KHOWAASHU KHOTMU KHOWAJIKAN", halaman 188 disebutkan demikian, :
" MANAAFIDZI HIMMAHUMUL MAYAAYIHIR ROBBAANIYYATI WAMIZAABUL FUYUUDLI ASHSHIDDIQIYYATI WAL’ALAWIYYATI WAL HADLRIYYATI WAMAJRIYYAL HIKMATI MINAL ABHURIL MUHAMMADIYYAH".
Artinya : " Beberapa jendela himmahnya para Syaikh-Syaikh Robbaniyyah dan tempat menampungnya limpahannya Thoriqoh Shiddiqiyyah, dan Thoriqoh ‘Alawiyyah, dan Thoriqoh Hadlriyyah, dan tempat mengalirnya hikmah dari beberapa lautan Muhammadiyyah".
VII.KETERANGAN DALAM KITAB JAMI’U KAROMATIL AULIYA’ (SYAIKH YUSUF IBNU ISMAIL )
Didalam kitab " Jami’u Karomatil Auliya’ jilid I, halaman 181, ditulis oleh Syaikh Yusuf Ibnu Ismail, lahir tahun 1206H, waktu tahun 1250H, beliau menerangkan bahwa Waliyullah Zubair Abbas Al Mursyiyyi menyatakan bahwa Imam Al Gozali r.a. ialah termasuk Alhi Thoriqoh Shiddiqiyyah yang Agung.
" WA SYAHIDU LAHUL MURSYIYYU BISH SHIDDIQIYYATIL ‘UDHMA"
Artinya : Dan memberi kesaksian Abbas Al Mursyiyyi bahwa Imam Al-Ghozali itu adalah orang Shiddiqiyyah yang agung ".
VIII. KETERANGAN DALAM KITAB JAMI’UL USHUL ( SYAIKH AHMAD KAMSAQONAWIN- NAQSYABANDIYYAH).
Di dalam kitab Jami’ul Ushul halaman 101, ditulis oleh Syaikh Ahmad Kamsaqonawin-Naqsyabandiyyah, ada keterangan bahwa Waliyulloh Qutub Syaikh Abu Hasan Asy Syadzili r.a. ketika masih muda nya itu masuk Thoriqoh Shiddiqiyyah di Baghdad, dengan gurunya bernama Abu Abdillah, dan menerangkan :
"ABU ABDILLAH MUHAMMAD BIN SYAIKH ABU HASAN AL MA’RUFI BI IBNI HARASIM AL MANSUBI ILASH SHIDDIQIL A’DHOM".
Artinya :
" Abu Abdillah bin Syaikh Abu Hasan Al Ma’rufi bi Ibni Harasim menerangkan bahwa permasalahan / perkara yang dibangsakan kepada Shiddiqiyyah itu adalah lebih Agung".
(Diambil dari buku pedoman kader Shiddiqiyyah dalam bahasa Jawa yang ditulis oleh Musyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Kyai Much.Muchtar Mu’thi, Losari 8 Shoffar 1403H / 13 November 1983M)
IX.THORIQOH SHIDDIQIYYAH DI LUAR INDONESIA SUDAH TIDAK ADA PERKEMBANGAN LAGI.
Perkembangan Thoriqoh Shiddiqiyyah sekarang ini diluar negeri Indonesia sudah punah, tidak ada lagi thoriqoh shiddiqiyyah, yang ada sekarang ini satu-satunya di dunia hanya berpusat di desa Losari , Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang Propinsi Jawa-Timur Indonesia. Awalnya Thoriqoh Shiddiqiyyah yang masuk Indonesia berkembang di Negeri Irbil, kemudian berkembang di Negeri Nobia dan terus berkembang juga di Negeri Ninawa. Sekarang ini di negeri-negeri tersebut Thoriqoh Shiddiqiyyah sudah punah, sudah tidak ada lagi.
Masuknya thoriqoh Shiddiqiyyah ke Indonesia / Nusantara dibawa oleh sembilan ulama shiddiqiyyah dari negeri Irbil (di Irak sekarang) yang berlabuh pertama kali di pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, kemudian menyebar ke seluruh tanah Jawa. Satu diantara 9 orang ulama tersebut adalah seorang wanita yang bernama Syarifah Baghdadi, makamnya ada di Cirebon. Sebagian besar dari sembilan ulama itu wafat dan dimakamkan di kabupaten Pandeglang, Banten, antara lain : Maulana Aliyuddin, Maulana Malik Isroil, Maulana Isamuddin dan Maulana Ali Akbar. Dan salah satunya wafat di Jawa-Timur dimakamkan di Troloyo Mojokerjo bernama Maulana Jumadil Kubro.
Kemudian perkembangan shiddiqiyyah mengalami kepunahan di seluruh dunia kecuali di Indonesia yang dikembangkan kembali dibawah Pimpinan Kyai Muchammad Muchtar bin Al-Hajji Abdul Mu’thi, tepatnya di desa Losari, Ploso Jombang mulai tahun 1954.
Pada tahun 1973 M , Kyai Much.Muctar Mu’thi atas saran-saran para penasehatnya mendirikan Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah, sebagai badan hukum untuk pengembangan dakwah Thoriqoh Shiddiqiyyah di wilayah Indonesia. Yayasan tersebut berkedududukan di Desa Losari Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang Jawa Timur.
Sekarang ini (tahun 2002M) Yayasan ini sudah mempunyai cabang di berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera dan perwakilannya di Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat serta negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.
Selain menyampaikan pelajaran khusus Thoriqoh Shiddiqiyyah, Kyai Muchammad Muchtar Mu’thi juga menyelenggarakan pengajian-pengajian umum dan Wirid berjamaah secara rutin dari tahun 1973 sampai seakarang.
Pengajian umum pertama diadakan pada waktu sore ba’da ashar pada bulan romadlon penuh satu bulan. Kemudian pada setiap hari Selasa malam Rabu dan setiap hari Kamis malam Jum’at yang dinamakan Pengajian Kautsaran, kemudian bertambah lagi Pengajian Khusus pada setiap hari Ahad malam Senin dengan nama Kulliyatul Minhajul Abidin.
Sekarang ini setiap pengajian umum yang diselenggarkan oleh Kyai Muchammad Muchtar Mu’thi selalu dihadiri para murid shiddiqiyyah maupun kaum muslimin umumnya dengan jumlah hadirin lebih dari 4000 orang bahkan pada acara peringatan-peringatan hari bersejarah Islam, yang menghadiri lebih dari 10 ribu orang.
Pengajian Kautsaran malam Jum’at sekarang ini sudah tidak diadakan lagi, dan sebagai kelanjutannya adalah pengajian / kautsaran di daerah daerah yang dinamakan juga Kautsaran, yang berfungsi sebagai forum silaturahmi antar murid shiddiqiyyah dan untuk menjaga kestabilan ghirah hati dalam mengamalkan thoriqoh shiddiqiyyah.

Kesimpulan (red) , bahwa Thoriqoh Shiddiqiyyah bukan Thoriqoh baru yang didirikan oleh Kyai Muhammad Muctar Mu’thi, akan tetapi sebagaimana keterangan-keterangan dalam berbagai kitab masa lalu Thoriqoh Shiddiqiyyah adalah Thoriqoh yang sudah ada sejak jaman Nabi Muhammad yang diwariskan pertama kepada Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq.

JALJALUTUSSHUGHRO

Nazdom Do'a jal jaluut



JALJALUUT ASH SHUGHROO
Dari Imam Agung dan Hakim yang termasyhur Abul 'Abbas Achmad 'Ali Al Bauni (wafat tahun 622 H)
misik

BISMILLAAHIR ROCHMAANIR ROCHIIM
1. Bada'tu bibismillaahi ruuchi bihihtadat,
Kuawali dengan menyebut Asma Alloh,dengan demikian arwah saya memperoleh petunjuk
Ilaa kasyfi asroori bibaathinihinthowat ¤
Kepada tersingkapnya rahasia-rahasia yang terkandung didalamnya (Asma Alloh) yang terlempit (tersembunyi/tersimpan)
2. Washollaitu fits tsaanii 'alaa khoiri kholqihi,
Yang kedua Sholawat atas sebaik-sebaik ciptaanNya
Muchammadin man zaachadh dholaalata walgholat ¤
Muchammad seorang yang menghapus kesesatan dan kesalahan (kotoran hati)
3. Wa achyii ilaahil qolba mimba'di mautihi,
Yaa Tuhanku hidupkanlah hati dan setelah matinya
Bidzikrika yaa qoyyumu chaqqon taqowwamat ¤
Dengan dzikirMu (mengingatMu) wahai Dzat yang Maha Tegak yang sebenar-sebenarnya (nyata-nyata) tegak
4. Wazidnii yaqiinan tsaabitambika waatsiqoo,
Dan tambahkanlah keyaqinanku tetap dan teguh kepadaMu
Wathohhir bihi qolbii minarrijsi walgholat ¤
Dan bersihkanlah dengannya (dengan dzikir kepadaMu) hatiku dari kotoran dan kesalahan (kotoran hati)
5.Wa ashmim wa abkim tsumma a'mi 'aduwwanaa,
Dan jadikan tuli, bisu serta butakan musuh kami
Wa akhrushumu yaa dzal jalaali bichausamat ¤
Dan sekali lagi bisukanlah mereka itu, wahai Tuhan Dzat yang Pencabut nyawa
6.Naruddu bikal a'daa'a minkulli wijhatin,
Dengan Asma Mu tolaklah para musuh dari segala penjuru
Wa bil ismi tarmiihiim minal bu'di bisysyatat ¤
Dengan Asma ini Engkau melempar mereka dari kejauhan dengan bercerai berai.
7. Sa altuka bil ismil mu'azdzdomi qodrohu,
Aku memohon dengan Asma yang dihormati (diagungkan) kebesarannya
Biaajin ahuujin jalla jalyuutu jaljalat ¤
Dengan nama Alloh Yang Maha Esa,indah ciptaanNya, Yang Maha Kuasa
8. Fakun yaa ilaahi kaasyifadhdhurri walbalaa,
Maka adalah Alloh wahai Tuhanku Yang menghilangkan mudhorot (celaka) dan balak
Bihayyin jalaa hammii bihallin bihalhalat ¤
Dengan Dzat Yang Mencukupi jelaslah cita-citaku dengan Dzat Yang Mengasihi dan Dzat Yang Maha Memperlonggar
9. Wazidnii yaqiinan tsaabitambika waatsiqoo,
Dan tambahkanlah keyakinanku dengan tetap dan teguh besertaMu
Bichaqqika yaa chaqqol umuuri tayassarot ¤
Dengan kebenaran Mu wahai Dzat Yang Maha Benar segala urusan menjadi mudah
10. Washobba 'alaa qolbii sya aabiiba rochmatin,
Dan semoga Alloh menuangkan (melimpahkan) pada hatiku curahan rochmat
Bichikmati maulaanal chakimi fa achkamat ¤
Dengan hikmah Tuhan kami Yang Maha Bijaksana sehingga menjadi kukuh
11. Achaathot binal anwaaru minkulli jaanibin,
Cahaya-cahaya meliputi kami dari segala penjuru
Wahaibaatu maulaanal 'azdiimi binaa 'alat ¤
Tetapi Kewibawaan Alloh Yang Maha Agung lebih tinggi bagi kami
12. Fasubchaanakallohumma yaa khoiro baari'in,
Maka Maha Suci Alloh wahai Dzat Yang Bebas
Wayaa khoiro khollaaqin wayaa khoiro mamba'ats ¤
Dan wahai Dzat Yang sebaik-baik Pencipta dan wahai Dzat Yang sebaik-sebaik yang mengembalikan
13. 'Afuwwun ghofuurur roochimun mutafadhdhilun,
Pemaaf, Pengampun, Penyayang, Pemberi karunia
Kariimun chaliimun dzuu 'thooyaa takaatsarot ¤
Mulia, Penyantun, empunya pemberian menjadi banyak
14. Rochiimun warochmaanun bichaqqika sayyidi,
Penyayang, Pengasih demi haqMu wahai Tuanku
Sa altuka ghufroonadz dzunuubi idzaa badat ¤
Aku memohon pengampunan dosa-dosa jika mulai (nyata)
ALCHAMDU LILLAAHI ROBBIL 'ALAMIIN