Entri Populer

Powered By Blogger

Total Tayangan Halaman

ULET DALAM PERJUANGAN
SOPAN DALAM KEMENANGAN
SYUKUR DALAM PENGISIAN

LAMBANG

LAMBANG

Senin, 23 April 2012

TASHOWWUF

Ilmu Tashowwuf adalah ilmu yg mempelajari tentang usaha membersihkan diri, berjuang memerangi hawa nafsu, mencari jalan kesucian dengan Ma'rifat menuju keabadian,saling mengingat kan antara manusia, serta berpegang teguh pada janji Alloh dan mengikuti syari'at Rosululloh dalam mendekatkan diri dan mencapai keridhoan Nya.
Takut kepada Alloh artinya mengerjakan semua perintah Alloh dan menjauhi segala lapangan Nya. Itulah yg menjadi pokok segala keuntungan didunia maupun di akherat kelak. Adapun mengikuti hawa nafsu adalah menjadi pokok segala kejahatan sebagai jaring yg dipasang syaithon.
Satu satunya jalan yg dapat mendekatkan diri kepada Alloh harus mengerjakan 4 perkara yaitu:
1. Melaksanakan Syari'at artinya mengerjakan perintah perintah Alloh dan menjauhi laranganNya serta mengerti melaksakan hukum hukum agama Islam.
2. Melaksanakan Thoriqoh artinya melaksanakan agama lebih berhati hati dan bersungguh sungguh melaksanakan perintah dan melatih diri (Riyadho) serta ibadah kepada Alloh SWT.
3. Haqiqoh / Hakekat yaitu sampainya maksud sehingga dapat merasakan lezatnya dan nikmatnya ibadah kepada Alloh.
4. Ma'rifah yang artinya pengetahuan atau pengalaman. Ma'rifah dapat pula berarti pengetahuan rahasia Haqiqoh agama yaitu ilmu yg lebih tinggi dari pada ilmu yg di dapat oleh orang orang pada umumya. Ma'rifah merupakan pengetahuan yg objeknya bukan hal hal yg bersifat dzahir, tetapi lebih bersifat bathin dengan memahami rahasianya. Pemahaman ini berwujud penghayatan atau pengalaman kejiwaan. Ma'rifah sering digunakan untuk menunjukkan salah satu tingkatan atau hal (kondisi psikologis) dalam tasawuf. Dalam wacana sufistik, Ma'rifah diartikan sebagai pengetahuan mengenai Tuhan melalui hati sanubari.
Orang yang ingin berjalan di satu jalan yg dapat sampai kepada Alloh adalah seperti orang yg mencari mutiara dalam lautan yg sangat dalam.
Di gambarkan Syari'at itu di ibaratkan seperti bahtera yg mejadi alat yg bisa berlayar di lautan. Thoriqoh seperti lautannya, lautan yg ada mutiaranya. Dan mutiara itu adalah Hakekat yg dicari dalam thoriqoh.
Yakni barang siapa yg mencari mutiara / hakekat didalam lautan / thoriqoh supaya lebih dahulu memperbaiki bahtera / syari'atnya karena jika bahteranya rusak tentu akan tenggelam ke dalam lautan / thoriqoh dan tak akan dapat menemukan mutiara / hakekat bahkan bisa tersesat dan menyesatkan, karena merasa bahwa dirinya sudah baik.

Minggu, 22 April 2012

Thoriqoh Shiddiqiyyah



Thoriqoh Shiddiqiyyah Oleh Kyai Muchammad Mukhtar Bin Hajji Abdul Mu’thi
Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah

Diterbitkan pertama pada Peringatan Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW
dan Hari Shiddiqiyyah-1 Tahun 1412H/1992M

I. ASAL-USUL GELAR " ASH-SHIDDIQ"(Kitab Tafsir Durul Mansur, Nurul Absor )
Qola Rosululloh SAW. :"Lamma Usriya bihi inni uridu an akhruja ilaa Quraisyin Fa akhbiruhun Fakadzdzabuhu Fashoddaqohu Abu Bakrin Rodliyallohu ‘anhu Fasummiya yaumaidzin Ash-shidqu." ( ‘An Ummi Hani-Rowahu Thobroni Tafsir Durul Mansur-VI/hal.158).
Artinya : Bersabda Rosululloh SAW, " Semasa aku di isro’kan, saya hendak keluar untuk menyampai- kan kepada kaum Quraisy, kemudian aku ceritakan kepadanya maka mereka mendustkannya. Dan yang membenarkan itu adalah Abu Bakar Rodliyallohu ‘anhu.
Maka pada hari itu ia saya beri gelar: ‘ ASH-SHIDDIQ’ ".
Keterangan :
Sahabat Abu Bakar pada zaman Jahiliyah namanya " Abdul Ka’bah".
Kemudian Rosululloh SAW.memberikan nama " Abdulloh", ayahnya bernama " Abi Qukhafah". Beliau lahir di Makkah setelah peristiwa Fiel (Gajah) berselang dua tahun 14 hari.( Dari Kitab Nurul Abshor, hal 59).
Oleh karena Beliaulah satu-satunya sahabat Nabi yang paling awal menerima
kebenaran-nya peristiwa ISRO’ wal MI’ROJ, maka Rosululloh SAW. Memberikan gelar kepadanya "Ash Shiddiq", sebagaimana tersebut dalam hadits diatas." Fasammi yaumaidzish shiddiqu".
Menurut kata Sayyidina Ali Karromallohuwajhah :
"Innalloha ta’ala anzala isma Abi Bakrin minassamaa-‘I Ash-Shiddiequ litashdiqihi khobarul isro’I"
Artinya " Sesungguhnya Alloh Ta’ala telah menurunkan nama Abu Bakar dari langit :
"Ash-Shiddiq" karena dia menerima kebenaran kabar Isro’.(Kitab Nurul Absor,hal 59
Taliiq Asy Syikho mu-min).

II. ASAL-USUL ISTILAH " SHIDDIQIYYAH"( Kitab Barjanji –Natsar) .
Kemudian dari kalimat (kata) : " ASH SHIDDIQ " itu dibentuk, diberi "YA MUNASABAH" akhirnya menjadi kata : " ASH-SHIDDIQIYYAH ". Sebagaimana tersebut dalam kitab Barjanji – Natsar " Ath-thir" yang ke 12 yang bunyinya :
" Wa awwalu man aamana bihi minar rijaali Abu Bakrin shohibul Ghori wash-shiddiqiyyah ".
Yang artinya : " Dan awalnya orang yang percaya dengan Isro’ dari orang laki-laki ialah Abu Bakar, yang diberi julukan Shihibul Ghor dan Ash Shiddiqiyyah ( artinya orang memiliki gua) , karena beliaulah satu-satunya sahabat yang menyertai Rosululloh waktu hijrah bersembunyi di dalam gua Tsur sebagaiman tersebut dalam Al-Qur’an.
" IDZ HUMAA FIL GHORI IDZ YAQULU LISHOHIBIHI LAA TAHZAN INNALLOHA MA’ANAA " ( QS.At Taubah/40).
Artinya :
Ingatlah tatkala keduanya ( Muhammad dan Abu Bakar ) di dalam Gua (Tsur) , tatkala bersabda ( MUHAMMAD) pada temannya, " Janganlah kau susah, sesungguhnya Alloh itu beserta kita ".
III. PERUBAHAN NAMA-NAMA SILSILAH THORIQOH MENURUT ASY-SYAIKH MUHAMMAD AMIN KURDI AL IRBILI (Kitab Tanwirul Qulub).
Asy Syaikh Al Imam Syihabuddien Abi Abdillah Yaquti bin Abdillah Al Hamawi Ar Rummi Al Baghdadi, wafat pada tahun 626 H = 1228 M.
Beliau menyusun kitab yang namanya " MU’JAMUL BULDAAN " artinya Kumpulan Nama-nama Negara, terdiri dari 5 jilid besar, tiap-tiap jilidnya berisi 540 halaman.
Dalam buku jilid I, halaman 138, diterangkan bahwa " Ada sebuah negeri yang namanya " IRBIL " .
Irbil itu ada dua macam :
(1). Negeri IRBIL termasuk wilayah Irak yang jaraknya dengan kota Baghdad jika ditempuh dengan jalan kaki memakan waktu 7 hari.
(2). Negeri IRBIL yang kedua terletak di pesisir termasuk wilayah Syam.
Di negeri Irbil termasuk wilayah Irak yang dekat kota Mousol, yang kota Mousol itu ada makamnya Nabiyulloh Yunus A.S. disitu lahir seorang " ULAMA TASAWWUF" yang besar namanya, " ASY SYAIKH MUHAMMAD AMIN KURDI AL IRBILI " wafat pada bulan Robi’ul Awwal, hari malam Ahad, tanggal 12 tahun 1332 H.
Beliau mengarang kitab yang namanya, "KITAB TANWIRUL QULUBI FI MU’AMALATI ‘ALLAAMIL GHUYUB " tebalnya 560 halaman.
Pada bab " FASHLUN FI ADAABIL MURID MA’A IKHWAANIHI " halaman 539 disebutkan demikian :
" I’LAM ANNA ALQOBAS SILSILATI TAKHTALIFU BIKHTILAAFIL QURUNI – FAMIN HADLROTISH SHIDDIEQI RODLIYALLOHU TA’ALA ‘ANHU ILASY SYAIKH THIFURI BIN ‘ISA ABI YAZID AL BUSTHOMI TUSAMMA ( SHIDDIQIYYAH)".
Artinya :
" Ketahuilah bahwa sesungguhnya julukannya silsilah itu berbeda-beda, di sebabkan perbedaanya kurun waktu.
Silsilah dari sahabat Abu Bakar Shiddiq R.A.sampai kepada Syaikh Thoifur bin Isa Abi Yazid Al Busthomi dinamakan SHIDDIQIYYAH ".
Jadi " SHIDDIQIYYAH " itu bukan nama ajarannya akan tetapi nama silsilahnya.
Ajaran yang silsilahnya dari Sahabat ABU BAKAR ASH SHIDDIQ R.A. sampai kepada Syaikh THOIFUR BIN ISA ABI YAZIED AL BUSTHOMI dinamakan SHIDDIQIYYAH.
Ketahuilah bahwa Ilmu Bathin dari Rosululloh yang khusus mengenai rahasianya "ISMUDZ DZAT (ALLOH )", itu dilimpahkan oleh Rosululloh SAW. Kepada ruhaniyah Abu Bakar Shiddiq R.A. dan rahasianya " LAA ILAHA ILLALLOH " dilimpahkan kepada ruhaniyah Sayyidina ALI Karromallohu wajhah.
Kemudian Sayyidina ALI Karromallohu wajhah, mengambil rahasianya "ISMUDZ DZAT ( ALLOH) " dari sahabat ABU BAKAR ASH SHIDDIQ R.A. Dan sahabat SALMAN AL FARISI mengambil rahasianya ISMUDZ DZAT (ALLOH) juga dari sahabat ABU BAKAR ASH SHIDDIQ R.A.
Adapun sahabat ABU BAKAR dan sahabat-sahabat lainnya ( rodliyallohu’anhum) mengambil rahasianya LAA ILAAHA ILLALLOH dari sahabat ALI Karromallohu wajhah.
Dengan Demikian maka SILSILAH SHIDDIQIYYAH itu ke bawah ada yang melalui sahabat ALI ( karromallohu wajhah) dan ada yang melalui sahabat SALMAN ALFARISI Rodliyallohu anhu.
Dibawah ini Kyai Muchammad Muchtar Mu’thi Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah menukilkan SILSILAH SHIDDIQIYYAH ke bawah yang melalui sahabat SALMAN ALFARISI, dinukil dari kitab TANWIRUL QULUB.
SILSILAH SHIDDIQIYYAH MELALUI SAHABAT SALMAN AL FARISI
ALLOH TA’ALA
JIBRIL Alaihis Salam.
MUHAMMAD ROSULULLOH Shollallohu alaihi wasallam.
ABU BAKAR ASH SHIDDIQI r.a.
SALMAN FARISI r.a.
QOSIM bin MUHAMMAD bin ABI BAKAR SHIDDIQ r.a.
IMAM JA’FAR SHODDIQ SIWA SAYYIDINA QOSIM bin MUHAMMAD bin ABI BAKAR SHIDDIQ r.a.
SILSILAH INI DINAMAKAN THORIQOH SHIDDIQIYYAH
SYAIKH ABI YAZID THOIFUR bin ISA bin ADAM bin SARUYAN ALBUSTOMI
Syaikh ABIL HASAN ALI bin ABI JA’FAR AL KHORQONI.
Syaikh ABI ALI ALFADLOL bin MUHAMMAD ATH THUSI ALFARMADI.
Syaikh ABI YA’QUB YUSUF ALHAMDANI.
SILSILAH INI DISEBUT ATH THORIQOH ATH-THOIFURIYYAH.
Syaikh ABDUL KHOLIQ ALGHOJDUWANI Ibnul IMAM ABDUL JALIL.
Syaikh ‘ARIF ARRIWIKARI
Syaikh MAHMUD AL ANJIRI FAGHNAWI
Syaikh ALI AR RUMAITANI AL MASYHUR BIL ‘AZIZAANI.
Syaikh MUHAMMAD BAABAS SAMAASI
Syaikh AMIR KULLAALI Ibnu Sayyid HAMZAH. SILSILAH INI DINAMAKAN ATH-THORIQOH ALKHUWAAJIKAANIYYAH.
Syaikh MUHAMMAD BAHA’UDDIN ANNAQSYABANDI bin MUHAMMAD bin MUHAMMAD SYARIF AL HUSAIN AL-AUSI AL-BUKHORI.
Syaikh MUHAMMAD bin ‘ALAAIDDUN AL-ATHORI
Syaikh YA’QUB AL-JARKHI. SILSILAH INI DINAMAKAN ATH-THORIQOH ANNAQSYABANDIYYAH
Syaikh NASHIRUDDIN UBAIDILLAH AL AHROR ASSAMARQONDI bin MAHMUD bin SYIHABUDDIN
Syaikh MUHAMMAD AZZAHID
Syaikh DARWIS MUHAMMAD ASSAMARQONDI
Syaikh MUHAMMAD ALKHOWAAJAKI AL AMKANI ASSAMARQONDI
Asy-syaikh MUHAMMAD ALBAAQI BILLAH. DINAMAKAN ATH-THORIQOHUL AHRORIYYAH
Asy-syaikh AHMAD ALFARUQI ASSIRHINDI
Asy-syaikh MUHAMMAD MA’SHUM
Asy-syaikh MUHAMMAD SAIFUDDIEN.
Asy-syaikh MUHAMMAD NURUL BADWANI
Asy-syaikh HABIBULLOH JAANIJANAANI MUNTHOHIR
Asy-syaikh ABDILLAH ADDAHLAWI. DINAMAKAN ATH-THORIQOTUL MUJADDADIYYAH
Asy-syaikh KHOLID DLIYAA’UDDIEN
Asy-syaikh UTSMAN SIROJUL MILLAH
Asy-syaikh UMAR ALQOTHBUL IRSYAD
Asy-syaikh MUHAMMAD AMIN ALKURDI AL IRBIL. DINAMAKAN ATH-THORIQOTUL KHOLIDIYYAH
( kitab TANWIRUL QULUB halaman 500-502).
IV. KETERANGAN DARI IBNU IBAD DALAM SARAH AL HIKAM AL ISKANDARIYAH TENTANG THORIQOH SHIDDIQIYYAH NYA ABUL HASAN ASY SYADZALI.
Alloh berfirman dalam Al-Qur’an:
" WAYAS-ALUUNAKA ‘AN DZIL QORNAINI QUL SA-ATLUU ‘ALAIKUM MINHU DZIKRO" (QS.Al Kahfi 83), artinya : " Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang " Dzil Qornain". Katakanlah, aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya."
Diantara ummat Islam ada yang berpendapat, bahwa yang dimaksud " Dzil Qornain " dalam surat Al Kahfi itu ailah " AL-ISKANDAR YANG AGUNG " , atau Iskandar yang dilahirkan di Fillo tahun 356 sebelum masehi, di ibukota Macidonia. Ayahnya Raja PHILIP II dari Macidonia, yang menaklukkan berpuluh-puluh negara, yang jajahannya sangat luasnya.
Iskandar ini muridnya seorang failoshof yang termasyhur yang namanya " ARISTHOTILLES" yang lahir pada tahun 384 sebelum masehi.
Akan tetap kalau kita perhatikan, dzil Qornain yang ada di dalam Qur’an jauh berbeda dengan Dzil Qornain Macidonia.
Perbedaannya sebagai berikut :
(1). Dzul Qurnain, tidak ada tambahan Iskandar, tapi Dzul Qurnain Macidonia, disebutkan Iskandar Dzul Qornain.
(2). Dzul Qornain dalam Al-Qur’an menurut kitab Tafsir yang mu’tabar, temannya Nabiyulloh HIDLIR alaihis salam. Tetapi Dzul Qornain Macidonia, temannya Aristhoteles.
(3). Dzul Qornain dalam Qur’an tidak disebutkan penjajah dan pembunuh, tetapi Dzul Qornain Macidonia adalah penjajah dan pembunuh.
Oleh sebab itu saya (Kyai Muchammad Muchtar) berpendapat bahwa Dzul Qornain dalam Al-Qur’an itu bukan Dzul Qornain Macidonia.
Iskandar Dzul Qornain Macidonia telah membangun tigabelas kota, semuanya dinamakan kota Iskandariyah. Ada yang di India, ada yang di Babil, ada yang di Balakh, ada yang di Samarqondi, dan lain-lainnya. Akan tetapi yang terbesar ialah Kota Iskandariyah di mesir bagian selatan. Semua nama Iskandariyah setelah wafatnya Dzul Qornain sudah diganti nama baru, yang tinggal tetap nama Kota Iskandariyah yang ada di Mesir saja.
( Kitab Ma’jamu Buldan jilid I hal.183).
Di kota Iskandariyah Mesir, lahirlah seorang Ulama Tashowwuf yang termashur, namanya " ASY SYAIKH TAJUDDIEN IBNUL FADLOL AHMAD BIN MUHAMMAD BIN ABDUL KARIM IBNU ATHO’ILLAH ASKANDARI".
Wafat pada tahun 707 Hijrah, makamnya di kampung " Qurofah" Mesir.
( Kitab Aththobaqotul Kubro, Juz II, hal .20 , Ta’lif Abdul Wahhab asy Sya’roni).
Ibnu A’tho’illah menyusun Kitab Tashowwuf tingkat tinggi dua juz nama nya Kitab " ALHIKAM". Kitab tersebut disyarah oleh seorang Ulama namanya " MUHAMMAD bin IBROHIM yang dikenal namanya IBNU IBAD.
Dalam Syarah Akhikam tersebut, juz II halamn 58, Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzali R.A. setelah masuk Thoriqoh Shiddiqiyyah, Beliau banyak dimusuhi orang-orang yang tidak faham dengan Thoriqoh Shiddiqiyyah.
" QOLA SAYYIDI ABU HASAN ASY-SYADZALI R.A., AADZAANI INSAANUN MARROTAN FADLOQQOTU DZIRO’AN BIDZAALIKA FANUMTU FAROAITU YUQOITU LIMIN ‘ALAMAATISH SHIDDIQIYYATI KATSROTU A’DAIHAA TSUMMA LAA YUBAALI BIHIM".
Artinya ," Bersabda tuanku Abu hasan Asy Syadzali R.A., Menyakiti kepadaku manusia satu kali, maka aku menjadi sempit sedziro’ karena itu, maka saya tidur, aku bermimpi.
Dalam mimpi itu ada sabda, ‘Sebagian alamatnya orang-orang Shiddiqiyyah itu banyak musuhnya’, kemudian ia tidak perduli kepada mereka."
Beliau lahir pada tahun 575 hijrah, wafat pada tahun 656 hijrah, bulan Dzul Qoidah di Shokhro’ Ghirob waktu akan menunaikan Ibadah Hajji. (Kitab Ath Thobaqotul kubro Juz II halaman 4 ).
Asy Syadzali, nama desa di Afrika di Negara Oman dekat Murtasiyah (Mauritania). Waktu kecilnya dia pindah ke Thosia kemudian ke Masyriq, kemudian nsik Hajji beberapa kali, kemudian masuk ke Irak, berteman di Irak dengan Abil Fatah Waasithi.
Di Baghdad beliau masuk Thoriqoh Shiddiqiyyah, gurunya bernama :
" ABI ABDILLAH MUHAMMAD BIN SYAIKH ABIL HASAN ALMA’RUF BIN IBNI HAROZIM AL MANSUBA ILASH SHIDDIQIL A’DHOM"
(Jaami’ul Ushul Fil Auliyaa’I, halaman 101).
Adapun silsilah Keturunannya Abil Hasan Asy Syadzili, sebagai berikut :
Abul Hasan Asy Syadzili
Bin Abdulloh
Bin Abdul Jabbar
Bin Tamim
Bin Harman
Bin Hatim
Bin Qushoyyi
Bin Yusuf
Bin Yusya’
Bin Warid
Bin Abi Bithol
Bin Ahmad
Bin Muhammad
Bin Isa’
Bin Idris
Bin Umar
Bin Idris
Bin Hasan Almutsanna
Bin Hasan
Bin Ali Rodiayallohu ‘anhu.
Jadi Thoriqoh Asy Syaadzaliyyah itu juga asalnya dari Thoriqoh Ash Shiddiqiyyah.
( Jaami’ul Usul halaman 101).
V.KETERANGAN TENTANG SHIDDIQIYYAH DARI ALKAILAANI /ALJAILAANI
Pada hari Isnain, tanggal 17 Romadlon tahun 560 Hijriyah ( 29 juli 1165 ) lahirlah di Marseille, suatu negeri dalam wilayah Andalusi ( Spanyol ), seorang laki-laki yang bernama " MUHYIDDIEN MUHAMMAD BIN ALI BIN MUHAMMAD BIN ABDULLOH AL HAITAMI".
Yang masyhur disebut " IBNU AROBI "
Beliaulah pengarang kitab hakekat nomor wahid di dunia, 8 jilid yang diberi nama,
"FUTUHAATIL MAKKIYYAH"
Beliau wafat di Damaskus pada malam Jum’at tanggal 28 Robi’ul Akhir tahun 638H. Dimakamkan di Damaskus, di sebuah tempat yang namanya :"SHOFA QOSYI’UN" Adapun murid Beliau yang terkenal bernama, " ASY SYAIKH ABDUL KARIM BIN IBROHIM AL JAILANI", lahir pada tahun 767 H dan Wafat pada tahun 805 H. Asy Syaikh Abdul Karim Al Jailani menyusun kitab Tasawwuf tingkat atas yang namanya kitab, " AL INSAANUL KAAMIL", dua juz. Dalam Juz yang ke dua, bab 63, halaman 131 menyebutkan demikian , " WA AMMASH SHIDDIQIYYAH FAMABNIYATUN ‘ALAA SITTATI ARKAANIN : AL ISLAM, WAL IMAAN, WASH SHILAAH, WAL IHSAAN, WASY SYAHAADAH, WAL MA’RIFAH ".
Artinya: " Adapun Shiddiqiyyah itu ialah didirikan diatas enam tiang, yaitu : (1).Al-Islam, (2).Al-Imaan, (3). Ash Shilah, (4).Al Ihsan, (5).Asy Syahadah, (6). Al Ma’rifat.
VI.KETERANGAN TENTANG SHIDDIQIYYAH DALAM KITAB KHOZINATUL ASROR.
As Sayyid Muhammad Haqqin Nazili ( Rohimahulloh) menyusun kitab yang namanya kitab, " KHOZINATUL ASROR".
Dalam kitab tersebut, bab :"KHOWAASHU KHOTMU KHOWAJIKAN", halaman 188 disebutkan demikian, :
" MANAAFIDZI HIMMAHUMUL MAYAAYIHIR ROBBAANIYYATI WAMIZAABUL FUYUUDLI ASHSHIDDIQIYYATI WAL’ALAWIYYATI WAL HADLRIYYATI WAMAJRIYYAL HIKMATI MINAL ABHURIL MUHAMMADIYYAH".
Artinya : " Beberapa jendela himmahnya para Syaikh-Syaikh Robbaniyyah dan tempat menampungnya limpahannya Thoriqoh Shiddiqiyyah, dan Thoriqoh ‘Alawiyyah, dan Thoriqoh Hadlriyyah, dan tempat mengalirnya hikmah dari beberapa lautan Muhammadiyyah".
VII.KETERANGAN DALAM KITAB JAMI’U KAROMATIL AULIYA’ (SYAIKH YUSUF IBNU ISMAIL )
Didalam kitab " Jami’u Karomatil Auliya’ jilid I, halaman 181, ditulis oleh Syaikh Yusuf Ibnu Ismail, lahir tahun 1206H, waktu tahun 1250H, beliau menerangkan bahwa Waliyullah Zubair Abbas Al Mursyiyyi menyatakan bahwa Imam Al Gozali r.a. ialah termasuk Alhi Thoriqoh Shiddiqiyyah yang Agung.
" WA SYAHIDU LAHUL MURSYIYYU BISH SHIDDIQIYYATIL ‘UDHMA"
Artinya : Dan memberi kesaksian Abbas Al Mursyiyyi bahwa Imam Al-Ghozali itu adalah orang Shiddiqiyyah yang agung ".
VIII. KETERANGAN DALAM KITAB JAMI’UL USHUL ( SYAIKH AHMAD KAMSAQONAWIN- NAQSYABANDIYYAH).
Di dalam kitab Jami’ul Ushul halaman 101, ditulis oleh Syaikh Ahmad Kamsaqonawin-Naqsyabandiyyah, ada keterangan bahwa Waliyulloh Qutub Syaikh Abu Hasan Asy Syadzili r.a. ketika masih muda nya itu masuk Thoriqoh Shiddiqiyyah di Baghdad, dengan gurunya bernama Abu Abdillah, dan menerangkan :
"ABU ABDILLAH MUHAMMAD BIN SYAIKH ABU HASAN AL MA’RUFI BI IBNI HARASIM AL MANSUBI ILASH SHIDDIQIL A’DHOM".
Artinya :
" Abu Abdillah bin Syaikh Abu Hasan Al Ma’rufi bi Ibni Harasim menerangkan bahwa permasalahan / perkara yang dibangsakan kepada Shiddiqiyyah itu adalah lebih Agung".
(Diambil dari buku pedoman kader Shiddiqiyyah dalam bahasa Jawa yang ditulis oleh Musyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Kyai Much.Muchtar Mu’thi, Losari 8 Shoffar 1403H / 13 November 1983M)
IX.THORIQOH SHIDDIQIYYAH DI LUAR INDONESIA SUDAH TIDAK ADA PERKEMBANGAN LAGI.
Perkembangan Thoriqoh Shiddiqiyyah sekarang ini diluar negeri Indonesia sudah punah, tidak ada lagi thoriqoh shiddiqiyyah, yang ada sekarang ini satu-satunya di dunia hanya berpusat di desa Losari , Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang Propinsi Jawa-Timur Indonesia. Awalnya Thoriqoh Shiddiqiyyah yang masuk Indonesia berkembang di Negeri Irbil, kemudian berkembang di Negeri Nobia dan terus berkembang juga di Negeri Ninawa. Sekarang ini di negeri-negeri tersebut Thoriqoh Shiddiqiyyah sudah punah, sudah tidak ada lagi.
Masuknya thoriqoh Shiddiqiyyah ke Indonesia / Nusantara dibawa oleh sembilan ulama shiddiqiyyah dari negeri Irbil (di Irak sekarang) yang berlabuh pertama kali di pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, kemudian menyebar ke seluruh tanah Jawa. Satu diantara 9 orang ulama tersebut adalah seorang wanita yang bernama Syarifah Baghdadi, makamnya ada di Cirebon. Sebagian besar dari sembilan ulama itu wafat dan dimakamkan di kabupaten Pandeglang, Banten, antara lain : Maulana Aliyuddin, Maulana Malik Isroil, Maulana Isamuddin dan Maulana Ali Akbar. Dan salah satunya wafat di Jawa-Timur dimakamkan di Troloyo Mojokerjo bernama Maulana Jumadil Kubro.
Kemudian perkembangan shiddiqiyyah mengalami kepunahan di seluruh dunia kecuali di Indonesia yang dikembangkan kembali dibawah Pimpinan Kyai Muchammad Muchtar bin Al-Hajji Abdul Mu’thi, tepatnya di desa Losari, Ploso Jombang mulai tahun 1954.
Pada tahun 1973 M , Kyai Much.Muctar Mu’thi atas saran-saran para penasehatnya mendirikan Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah, sebagai badan hukum untuk pengembangan dakwah Thoriqoh Shiddiqiyyah di wilayah Indonesia. Yayasan tersebut berkedududukan di Desa Losari Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang Jawa Timur.
Sekarang ini (tahun 2002M) Yayasan ini sudah mempunyai cabang di berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera dan perwakilannya di Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat serta negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.
Selain menyampaikan pelajaran khusus Thoriqoh Shiddiqiyyah, Kyai Muchammad Muchtar Mu’thi juga menyelenggarakan pengajian-pengajian umum dan Wirid berjamaah secara rutin dari tahun 1973 sampai seakarang.
Pengajian umum pertama diadakan pada waktu sore ba’da ashar pada bulan romadlon penuh satu bulan. Kemudian pada setiap hari Selasa malam Rabu dan setiap hari Kamis malam Jum’at yang dinamakan Pengajian Kautsaran, kemudian bertambah lagi Pengajian Khusus pada setiap hari Ahad malam Senin dengan nama Kulliyatul Minhajul Abidin.
Sekarang ini setiap pengajian umum yang diselenggarkan oleh Kyai Muchammad Muchtar Mu’thi selalu dihadiri para murid shiddiqiyyah maupun kaum muslimin umumnya dengan jumlah hadirin lebih dari 4000 orang bahkan pada acara peringatan-peringatan hari bersejarah Islam, yang menghadiri lebih dari 10 ribu orang.
Pengajian Kautsaran malam Jum’at sekarang ini sudah tidak diadakan lagi, dan sebagai kelanjutannya adalah pengajian / kautsaran di daerah daerah yang dinamakan juga Kautsaran, yang berfungsi sebagai forum silaturahmi antar murid shiddiqiyyah dan untuk menjaga kestabilan ghirah hati dalam mengamalkan thoriqoh shiddiqiyyah.

Kesimpulan (red) , bahwa Thoriqoh Shiddiqiyyah bukan Thoriqoh baru yang didirikan oleh Kyai Muhammad Muctar Mu’thi, akan tetapi sebagaimana keterangan-keterangan dalam berbagai kitab masa lalu Thoriqoh Shiddiqiyyah adalah Thoriqoh yang sudah ada sejak jaman Nabi Muhammad yang diwariskan pertama kepada Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq.

JALJALUTUSSHUGHRO

Nazdom Do'a jal jaluut



JALJALUUT ASH SHUGHROO
Dari Imam Agung dan Hakim yang termasyhur Abul 'Abbas Achmad 'Ali Al Bauni (wafat tahun 622 H)
misik

BISMILLAAHIR ROCHMAANIR ROCHIIM
1. Bada'tu bibismillaahi ruuchi bihihtadat,
Kuawali dengan menyebut Asma Alloh,dengan demikian arwah saya memperoleh petunjuk
Ilaa kasyfi asroori bibaathinihinthowat ¤
Kepada tersingkapnya rahasia-rahasia yang terkandung didalamnya (Asma Alloh) yang terlempit (tersembunyi/tersimpan)
2. Washollaitu fits tsaanii 'alaa khoiri kholqihi,
Yang kedua Sholawat atas sebaik-sebaik ciptaanNya
Muchammadin man zaachadh dholaalata walgholat ¤
Muchammad seorang yang menghapus kesesatan dan kesalahan (kotoran hati)
3. Wa achyii ilaahil qolba mimba'di mautihi,
Yaa Tuhanku hidupkanlah hati dan setelah matinya
Bidzikrika yaa qoyyumu chaqqon taqowwamat ¤
Dengan dzikirMu (mengingatMu) wahai Dzat yang Maha Tegak yang sebenar-sebenarnya (nyata-nyata) tegak
4. Wazidnii yaqiinan tsaabitambika waatsiqoo,
Dan tambahkanlah keyaqinanku tetap dan teguh kepadaMu
Wathohhir bihi qolbii minarrijsi walgholat ¤
Dan bersihkanlah dengannya (dengan dzikir kepadaMu) hatiku dari kotoran dan kesalahan (kotoran hati)
5.Wa ashmim wa abkim tsumma a'mi 'aduwwanaa,
Dan jadikan tuli, bisu serta butakan musuh kami
Wa akhrushumu yaa dzal jalaali bichausamat ¤
Dan sekali lagi bisukanlah mereka itu, wahai Tuhan Dzat yang Pencabut nyawa
6.Naruddu bikal a'daa'a minkulli wijhatin,
Dengan Asma Mu tolaklah para musuh dari segala penjuru
Wa bil ismi tarmiihiim minal bu'di bisysyatat ¤
Dengan Asma ini Engkau melempar mereka dari kejauhan dengan bercerai berai.
7. Sa altuka bil ismil mu'azdzdomi qodrohu,
Aku memohon dengan Asma yang dihormati (diagungkan) kebesarannya
Biaajin ahuujin jalla jalyuutu jaljalat ¤
Dengan nama Alloh Yang Maha Esa,indah ciptaanNya, Yang Maha Kuasa
8. Fakun yaa ilaahi kaasyifadhdhurri walbalaa,
Maka adalah Alloh wahai Tuhanku Yang menghilangkan mudhorot (celaka) dan balak
Bihayyin jalaa hammii bihallin bihalhalat ¤
Dengan Dzat Yang Mencukupi jelaslah cita-citaku dengan Dzat Yang Mengasihi dan Dzat Yang Maha Memperlonggar
9. Wazidnii yaqiinan tsaabitambika waatsiqoo,
Dan tambahkanlah keyakinanku dengan tetap dan teguh besertaMu
Bichaqqika yaa chaqqol umuuri tayassarot ¤
Dengan kebenaran Mu wahai Dzat Yang Maha Benar segala urusan menjadi mudah
10. Washobba 'alaa qolbii sya aabiiba rochmatin,
Dan semoga Alloh menuangkan (melimpahkan) pada hatiku curahan rochmat
Bichikmati maulaanal chakimi fa achkamat ¤
Dengan hikmah Tuhan kami Yang Maha Bijaksana sehingga menjadi kukuh
11. Achaathot binal anwaaru minkulli jaanibin,
Cahaya-cahaya meliputi kami dari segala penjuru
Wahaibaatu maulaanal 'azdiimi binaa 'alat ¤
Tetapi Kewibawaan Alloh Yang Maha Agung lebih tinggi bagi kami
12. Fasubchaanakallohumma yaa khoiro baari'in,
Maka Maha Suci Alloh wahai Dzat Yang Bebas
Wayaa khoiro khollaaqin wayaa khoiro mamba'ats ¤
Dan wahai Dzat Yang sebaik-baik Pencipta dan wahai Dzat Yang sebaik-sebaik yang mengembalikan
13. 'Afuwwun ghofuurur roochimun mutafadhdhilun,
Pemaaf, Pengampun, Penyayang, Pemberi karunia
Kariimun chaliimun dzuu 'thooyaa takaatsarot ¤
Mulia, Penyantun, empunya pemberian menjadi banyak
14. Rochiimun warochmaanun bichaqqika sayyidi,
Penyayang, Pengasih demi haqMu wahai Tuanku
Sa altuka ghufroonadz dzunuubi idzaa badat ¤
Aku memohon pengampunan dosa-dosa jika mulai (nyata)
ALCHAMDU LILLAAHI ROBBIL 'ALAMIIN

Sabtu, 12 Juni 2010

RENCANA PERJALANAN PENDAKIAN KE GUNUNG WELIRANG

A T A S B E R K A T R O H M A T A L L O H Y A N G M A H A K U A S A

KALPATARU expedisi III - HIKING WELIRANG

TUJUAN ;

1. Belajar memahami alam ciptaan Alloh SWT. Sehingga bisa menimbulkan rasa cinta dan menghargai alam dan tergerak untuk melestarikannya.

2. Belajar untuk disiplin diri, percaya diri,

3. Menyehatkan raga.

WAKTU : Awal Juli 2010, kurang lebih selama 4 hari

TEMPAT TUJUAN : Gunung Welirang, Pasuruan, Jawa timur, ketinggian 3.156 meter dpl.

BEAYA : Rp. 50.000,--/orang, dengan perincian : Rp. 40.000,--Transportasi, Rp. 10.000,-- Akomodasi selama 4 hari

Dengan catatan bahwa jika akomadasi kurang, peserta sanggup menambah iuran sesuai dengan kebutuhan/kondisional

PERALATAN YANG DIBAWA PERORANG/PESERTA.

1. SEPATU 14. Piring seng/plastic & sendok 27. Slayer.

2. Kaos kaki, tebal & panjang 15. Peluit 28. Kaos lengan panjang

3. Carier/tas punggung besar 16. Sarung tangan. 29. Sabuk

4. Senter & battery cadangan 17. Tissue. 30. Tali rafia

5. Lilin/lampu. 18. Sandal jepit.

6. Jas hujan lowo. 19. Sikat gigi & odol.

7. Matras/alas tidur. 20. Sabun mandi.

8. Sleeping bad. 21. Sarung.

9. Topi/kerpus 22. Celana panjang

10. Peples/botol minum. 23. Celana pendek.

PERALATAN UNTUK REGU ;

1. Tenda/terpal 3. Pisau besar 5. Beras. 7. Tali

2. Kompor 4. Minyak tanah 6. Mie

OBAT OBATAN :

1. Betadine perban Tensoplast Antalgin Oralit Minyak Tawon

2. Kapas CTM Maag Norit Minyak kayu putih Rhemason

LAIN-LAIN YANG PENTING

1. KTP/Kartu pelajar Buku catatan HP Kompas

2. Uang saku Kamera Jam

BEKAL MAKANAN UNTUK PERJALANAN/PENDAKIAN

1. Nasi bungkus ikan kering untuk makan malam di perjalanan.

2. Roti, coklat, madu, Teh manis, untuk makan diatas gunung/sarapan di pondokan welirang

3. Ikan kering, sambal goreng, ikan asin, untuk lauk ketika berkemah di bumi perkemahan Kakek Bodo

PESERTA

1. MOHAMMAD IDRIS 2. RAHMAT SWANTORO 3.RAMATYA RIMBA HAMDANI 4.M.HASAN AL FADJRIN

5. DWIYAN A S. 6. AS’AD UMAR 7. S.P GUNA 8. TONI 9. HAIKAL 10. ARIF

11 DEDIK P 12. AGUS ALI WAHYUDI 13. SYAMSUL MUARIF 14. M. ADI

RENCANA PERJALANAN

HARI PERTAMA : Berangkat dari Surabaya pukul 14.00, tiba di pecalukan tretes puku 16.30, proses perijinan di gerbang wana wisata kabod sampai dengan pukul 17.00. Start pendakian dimulai habis magrib, memakan waktu 1 jam tiba di PET BOCOR, perjanan dilanjutkan lagi dibutuhkan 3 jam sampai di KOKOPAN(1.500 mdpl), istirahat, makan bekal nasi bungkus dan sholat, dirasa cukup, perjalanan dilanjutkan sampai di POS PONDOKAN(2.250 mdpl)memerlukan waktu 4 jam, istiraha tidur di pondokan, menunggu pagi tiba.

HARI KEDUA : Pagi setelah sarapan roti, coklat, atau apa saja yang mengenyangkan, perjalanan dilanjutkan sampai PUNCAK WELIRANG (3.156 mdpl), dibutuhkan waktu sekitar 3 jam, setelah menikmati puncak kurang lebih satu jam turun , diharapkan sebelum magrib sudah tiba di bumi perkemahan kabod, mendirikan tenda, masak, tidur.

HARI KE TIGA : masak,MCK, sarapan, ke air terjun alap-alap/kabod

HARI KE EMPAT : Sayonaraaa.

Surabaya Akhir Juni 2010

Selasa, 08 Juni 2010

Serrba serbi mendaki gunung


Perlengkapan Mendaki Gunung

Pengantar

Pada tahun 1988 sampai 1997 saya merupakan pegiat alam bebas yang tergabung dalam sebuah organisasi pencinta alam (MAPAGAMA) yang sangat aktif. Fokus perhatian saya saat itu adalah mendaki gunung atau kegiatan rimba gunung. Agar tidak selalu lupa, saya membuat sebuah daftar checklist perlengkapan yang wajib dibawa saat melakukan kegiatan di alam bebas, terutama di gunung maupun rimba.

Pagi ini (22 Desember 2007) saya buka-buka kembali catatan harian yang rajin saya tulis antara tahun-tahun tersebut. Sebagian perjalanan tercatat lengkap dengan segala suka dan dukanya. Berikut ini saya kutipkan daftar perlengkapan mendaki gunung untuk pengingat kepada diri saya sendiri bila suatu saat nanti akan mendaki gunung lagi atau pun pembejaran bagi orang-orang lain.

Semoga berguna.

Salam,
Idris.Mohd

==========================

DAFTAR CHECKLIST PERLENGKAPAN KEGIATAN MENDAKI GUNUNG

A. Perlengkapan Utama

  1. Sepatu dan kaus kaki.
  2. Ransel (frame pack, ukuran besar, 30 – 60 liter).
  3. One day pack (ransel/tas kecil untuk mobilitas jarak pendek).
  4. Senter dan batere dan bolam ekstra.
  5. Ponco atau raincoat.
  6. Matras.
  7. Sleeping bag (atau sarung kalau tidak punya).
  8. Topi rimba.
  9. Tempat minum atau veples.
  10. Korek api dalam wadah waterproof (tempat film) dan lilin.
  11. Obat-obatan pribadi (P3K set).
  12. Pisau saku.
  13. Kompor untuk masak (kompor parafin dan parafin atau kompor tahu dan minyak tanah atau kompor gas dan tabung elpiji).
  14. Nesting dan sendok dan cangkir.
  15. Peluit (bagus: peluit SOS atau whistle).
  16. Survival Kit).
  17. Peta dan kompas.
  18. Altimeter (kalau punya).
  19. Tenda (bisa diganti ponco atau lembaran kain parasut untuk dijadikan bivak).
  20. Parang tebas dan batu asah.
  21. Tissue gulung (untuk membersihkan perangkat makan-minum bila tidak ada air, dan alat bersih diri habis buang air besar).
  22. Sandal jepit.
  23. Gaiter (untuk pendakian di daerah yang banyak pasirnya).
  24. Kaus tangan.
  25. Personal higiene: sikat gigi, odol, sabun mandi, shampo (untuk membersihkan diri saat di desa terakhir, atau saat dalam perjalanan bertemu dengan sungai yang bisa untuk bersih-bersih diri).
  26. Tali plastik (sekitar 10 meter, untuk membuat bivak atau tenda) dan tali rafia.

B. Pakaian

  1. Pakaian dalam.
  2. Celana pendek.
  3. Celana panjang.
  4. Kaos/t-shirt.
  5. Sweater atau parka.
  6. Jaket (tahan air).
  7. Sarung.
  8. Kerpus atau balaclava.
  9. Scarf atau slayer.
  10. Hem lengan panjang.
  11. Pakaian ganti: kaus kaki, kaos, sweater, pakaian dalam.
  12. Kaus tangan.
  13. Jas hujan (raincoat atau ponco).

C. First Aid Kit

  1. Betadine.
  2. Kapas.
  3. Kain kassa.
  4. Perban.
  5. Rivanol.
  6. Alkohol 70%.
  7. Obat alergi: CTM.
  8. Obat maag.
  9. Tensoplast (agak banyak, mis: 4 pack, terutama untuk preventif ‘blister’ yang dikenakan sebelum perjalanan dilakukan).
  10. Parasetamol.
  11. Antalgin.
  12. Obat sakit perut (diare): Norit, Diatab
  13. Obat keracunan: Norit.
  14. Sunburn preventif: Nivea atau Sunblock
  15. Oralit (agak banyak, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang; kalau tidak ada bisa diganti larutan gula-garam).

D. Survival Kit

  1. Kaca cermin.
  2. Peniti.
  3. Jarum jahit.
  4. Benang nilon.
  5. Mata pancing dan senar pancing.
  6. Silet atau cutter.
  7. Korek api dalam wadah water proof dan lilin.

E. Lain-Lain

  1. KTP atau Kartu Pelajar
  2. Uang
  3. Buku catatan perjalanan (jurnal, diary) dan bolpen.
  4. Kamera dan film (sekarang: kamera digital dan batere cadangan).
  5. Radio kecil dan batere cadangan.
  6. Alat komunikasi (HT, sekarang: HP).
  7. Harmonika.
  8. Buku puisi Chairil Anwar.
  9. Buku puisi Khalil Gibran.